Pada rangkaian Reuni 45 Tahun Alumni Teknik Mesin’81 Fakultas Teknik UGM (FT UGM), diadakan sesi sharing dan diskusi bersama yang mempertemukan alumni Teknik Mesin’81 dengan para mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) di Ruang Sidang A-1 DTMI ini menghadirkan dua tokoh nasional sebagai pembicara, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., serta Anggota DPR RI 2024–2029, Ir. H. Budi Sulistyono Kanang. Keduanya merupakan Alumni Teknik Mesin’81 yang kembali pulang ke FT UGM untuk merayakan 45 tahun sejak masuk FT UGM di tahun 1981.
Acara ini digagas oleh Teknik Mesin’81 sebagai bentuk kontribusi nyata kepada almamater. Melalui sesi sharing dan diskusi ini, para alumni memberikan wawasan mengenai dunia industri, kebijakan publik, serta tantangan kepemimpinan di level nasional.
“Kita memang sudah tua, tetapi kita punya pengalaman. Mengapa tidak kita sebarkan untuk kemajuan DTMI?” tutur Ir. Arief Riyanto, Ketua Angkatan Teknik Mesin’81, menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kapasitas mahasiswa Teknik Mesin UGM.
Memasuki sesi sharing dan diskusi, Menko Airlangga menyampaikan paparan bertajuk “Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju: Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa.” Ia menjelaskan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Ia menyebutkan, sektor-sektor strategis seperti jasa, industri manufaktur, pertanian, energi terbarukan, dan konstruksi akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2025–2029.
Menko Airlangga juga memaparkan capaian ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir. Ia menyebut bahwa pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen year on year (yoy), yang merupakan pertumbuhan kuartal IV tertinggi sejak pandemi Covid-19. Tak hanya itu, beliau juga menyebutkan Indonesia inflasi yang tetap terjaga rendah.
“Rapot ekonomi Indonesia menunjukkan optimisme yang tetap terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menko Airlangga memperkenalkan konsep “Three Engine of Growth” sebagai strategi pembangunan ke depan. Mesin pertama berfokus pada revitalisasi sektor ekonomi konvensional, seperti industri tekstil dan kendaraan listrik. Mesin kedua diarahkan pada pengembangan sektor ekonomi baru, termasuk semikonduktor, kecerdasan buatan, dan bioteknologi. Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas serta daya saing sumber daya manusia.
Sementara itu, narasumber kedua, Ir. Budi Kanang, berbagi pandangan mengenai tantangan dunia industri dan politik nasional. Ia menekankan pentingnya integritas, komitmen, dan keteguhan prinsip dalam membangun Indonesia. Dalam paparannya, ia juga menyinggung dua persoalan besar yang menurutnya masih dihadapi bangsa, yakni krisis panutan dan krisis keterpaduan.
Melalui acara ini, Reuni 45 Tahun Alumni Teknik Mesin’81 tidak hanya menjadi momen nostalgia, tetapi juga wadah berbagi gagasan dan pengalaman strategis dari para alumni kepada mahasiswa. Pertemuan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan DTMI FT UGM sekaligus memotivasi generasi muda Teknik Mesin untuk terus berkarya dan berinovasi. (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Kang Poer)