Senin, 9 Februari 2026, Tim Penggerak PKK Kapanewon Depok, Kalurahan Caturtunggal melakukan kunjungan edukatif ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). FT UGM menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata antara kampus dan masyarakat dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Kegiatan kunjungan terdiri atas dua rangkaian utama. Rangkaian pertama adalah pemaparan materi yang dilaksanakan di Meeting Room 2, Lt. 3 Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) FT UGM. Rangkaian kedua berupa kunjungan lapangan ke TPS3R Grahakara Grafika, di mana peserta dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengelolaan sampah terpadu diterapkan di lingkungan FT UGM.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Kerja Tridarma FT UGM, Purwoko, S.I.P., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya perubahan cara pandang terhadap sampah. Ia mengutip sebuah pesan yang terpasang di lingkungan kampus, “Hanya satu plastik, tetapi bagaimana jika yang mengucapkannya satu miliar orang?” Melalui kutipan tersebut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah sehingga mampu mengolahnya dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua PKK Kapanewon Depok, Siti. Ia menyampaikan bahwa sampah rumah tangga saat ini menempati peringkat pertama sebagai sumber sampah di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong Tim PKK untuk belajar langsung dari FT UGM mengenai cara mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga. “Harapannya, minimal kami bisa mengelola sampah di rumah kami sehingga sampah yang keluar dari rumah seminimal mungkin atau bahkan tidak ada,” ujar Siti (9/2/2026)
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Daniel Tanto, S.I.Kom yang mengangkat judul “Komposisi Penentu Solusi: Memperhitungkan Data Sampah untuk Mendapatkan Solusi Terbaik dalam Skala Modul.” Dalam pemaparannya, Daniel menekankan bahwa langkah awal dalam pengelolaan sampah adalah mengenali jenis-jenis sampah terlebih dahulu. Menurutnya, sebelum menentukan metode pengolahan, masyarakat perlu memahami karakteristik sampah yang dihasilkan. Ia juga menegaskan bahwa upaya mencegah suatu barang menjadi sampah jauh lebih penting dibandingkan sekadar berfokus pada pengolahannya.
Daniel menjadikan TPS3R Grahakara Grafika FT UGM sebagai contoh nyata praktik pengelolaan sampah terpadu. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sistem tersebut ditopang oleh empat sumber daya utama. Pertama adalah sarana dan prasarana yang meliputi fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah, komposter, bioreaktor, mesin pencacah plastik, prototype timbangan berbasis IoT, ruang pelatihan, serta media edukasi visual. Kedua adalah sumber daya informasi, di mana data timbulan sampah di FT UGM diperoleh melalui sistem timbangan IoT yang terintegrasi dengan website fakultas. Data tersebut tidak hanya mencatat volume sampah, tetapi juga pola perilaku yang kemudian digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan program.
Sumber daya ketiga adalah sumber daya manusia yang terdiri atas tim pelaksana lapangan berjumlah tiga personel dengan dukungan sistem kerja kolaboratif serta keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika. Sementara itu, sumber daya keempat adalah sumber daya anggaran yang tentunya menjadi elemen tidak kalah penting.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke TPS3R Grahakara Grafika. Dalam kunjungan ini, para peserta dapat melihat secara langsung proses pemilahan, pencatatan, hingga pengolahan sampah yang diterapkan di FT UGM. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata serta inspirasi bagi Tim Penggerak PKK untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan kunjungan ini, FT UGM berharap dapat terus berbagi pengetahuan dan praktik baik kepada masyarakat. Sinergi antara kampus dan komunitas seperti ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dimulai dari skala rumah tangga hingga lingkungan yang lebih luas.