Yogyakarta, 5 September 2026 — Office of International Affairs (OIA) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan International Student City Tour 2026. Selain menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa internasional di Yogyakarta, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa internasional untuk mengenal lebih dekat warisan budaya dan lingkungan Yogyakarta sekaligus mempererat interaksi antar sesama sivitas akademika di lingkungan FT UGM.
Pada City Tour tahun ini, mahasiswa internasional diajak menjelajahi sejumlah destinasi yang merepresentasikan kekayaan budaya Yogyakarta, yaitu Candi Prambanan dan Museum Sonobudoyo. Kedua destinasi tersebut memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, seni, dan budaya di lingkungan tempat mereka akan menjalani studi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara, diantaranya Belanda, Palestina, Nigeria, Slovakia, Prancis, Malaysia, Timor-Leste, dan Kepulauan Solomon. Selain mahasiswa internasional, kegiatan juga turut diramaikan oleh segenap tenaga kependidikan dan student buddies FT UGM.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Candi Prambanan. Para peserta berkesempatan mengeksplorasi kompleks candi Hindu tersebut dan menyaksikan secara langsung kemegahan peninggalan sejarah yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun. Kemegahan Arsitektur serta ukuran bangunan candi menjadi salah satu hal yang menarik perhatian para mahasiswa internasional.
Selain menikmati kemegahan Candi Prambanan, para mahasiswa internasional juga mendapatkan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Sejumlah wisatawan lokal, mulai dari anak-anak sekolah hingga masyarakat umum, terlihat antusias berinteraksi dengan para mahasiswa. Beberapa wisatawan bahkan mengajak mereka berbincang dan berfoto bersama. Interaksi tersebut menjadi pengalaman menarik yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan masyarakat lokal dalam suasana yang hangat dan informal.
Setelah mengeksplorasi Candi Prambanan, rombongan melanjutkan perjalanan untuk makan siang bersama di Restoran Mang Engking. Dalam sesi makan siang ini, para mahasiswa internasional diperkenalkan dengan beberapa hidangan nusantara dengan cita rasa rempah khas indonesia. Sesi tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk beristirahat dan berinteraksi secara lebih santai sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Museum Sonobudoyo, salah satu museum yang menyimpan kekayaan budaya Jawa dan Nusantara. Di museum ini, para mahasiswa internasional diperkenalkan pada beragam koleksi yang mencakup bidang etnografi, arkeologi, sejarah, filologi, hingga seni rupa. Koleksi yang ditampilkan tidak hanya berupa benda-benda tradisional, tetapi juga merepresentasikan perkembangan kehidupan, seni, dan kebudayaan masyarakat dari berbagai periode.
Pengalaman di Museum Sonobudoyo semakin menarik dengan adanya penyajian koleksi melalui media visual dan interaktif. Museum mengembangkan berbagai bentuk digitalisasi dan visualisasi koleksi untuk membantu pengunjung memperoleh pemahaman yang lebih dekat terhadap benda-benda bersejarah.
Selain melihat berbagai koleksi yang tersedia, para mahasiswa internasional juga berkesempatan mengikuti kegiatan membatik secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat mengenal salah satu tradisi seni yang lekat dengan budaya Indonesia sekaligus merasakan secara langsung proses pembuatannya. Pengalaman ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk tidak hanya mengamati warisan budaya, tetapi juga terlibat langsung dalam salah satu praktik budaya yang masih berkembang hingga saat ini.
Rangkaian International Student City Tour 2026 kemudian ditutup dengan perjalanan kembali menuju Fakultas Teknik UGM. Dengan memadukan pengenalan budaya, pengalaman kuliner, rekreasi, serta interaksi lintas budaya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya OIA FT UGM dalam menghadirkan pengalaman yang inklusif dan berkesan bagi mahasiswa internasional.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa internasional tidak hanya diajak untuk mengenal berbagai warisan budaya Yogyakarta, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan sesama mahasiswa di luar lingkungan akademik. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu mahasiswa internasional mengenal Yogyakarta secara lebih dekat serta mendukung proses adaptasi mereka selama menjalani kehidupan akademik di FT UGM. (Darrian Mendel, Editor: Franky Argus Adiwena)