Mahasiswa Fakultas Teknik UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui Tim MONJALI dalam Injection Business Case Competition 3.0, sebuah kompetisi studi kasus bisnis yang diselenggarakan oleh UKM Research and Business Universitas Diponegoro. Kompetisi ini mengangkat tema “Innovating for Impact: Integrating ESG for Transforming EntSDG 3erprises Toward Long-Term Sustainability” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim MONJALI yang beranggotakan Riski Adam (Teknik Mesin 2025), Muhammad Rafly (Ilmu Ekonomi 2025), dan Catur Putra Eka Pratama (Teknik Fisika 2024) berhasil menunjukkan performa terbaik hingga melaju ke babak final dan meraih Juara 2. Komposisi tim yang berasal dari latar belakang keilmuan berbeda menjadi salah satu kekuatan dalam menggabungkan perspektif teknis, ekonomi, dan analitis dalam menyusun solusi terhadap permasalahan bisnis.
Kompetisi ini menuntut peserta untuk menganalisis permasalahan secara komprehensif serta menghasilkan solusi yang inovatif, strategis, dan dapat diimplementasikan. Tim MONJALI mengintegrasikan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam merancang strategi penyelesaian kasus, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan, dampak sosial, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Pada babak final yang dilaksanakan secara luring di ICT Center Universitas Diponegoro, Semarang, pada 30 Agustus 2026, Tim MONJALI mempresentasikan gagasan dan solusi bisnis yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri. Babak final tersebut diikuti oleh lima tim terbaik dari seluruh rangkaian kompetisi.
Menurut Riski Adam, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada sekaligus anggota Tim MONJALI, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan analisis dan kolaborasi lintas disiplin.
“Kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami tidak hanya dituntut untuk menghasilkan solusi yang inovatif, tetapi juga memastikan solusi tersebut memiliki dasar analisis yang kuat dan dapat diterapkan. Perbedaan latar belakang keilmuan dalam tim justru membantu kami melihat permasalahan dari berbagai perspektif. Pencapaian Juara 2 menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan berprestasi di kesempatan berikutnya,” ujar Riski.
Keberhasilan Tim MONJALI meraih Juara 2 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membawa nama Universitas Gadjah Mada pada ajang kompetisi nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, membangun kolaborasi lintas disiplin, dan berani membawa nama Universitas Gadjah Mada dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.