Yogyakarta, 29 Juni 2026 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan studi inisiasi kerja sama dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI pada Senin, 29 Juni 2026. Kunjungan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Dr. Ukik Kusuma Kurniawan, bersama tim kementerian, dalam momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33.
Dr. Ukik Kusuma Kurniawan menyampaikan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan generasi muda, terutama mahasiswa tingkat akhir, dalam menghadapi transisi kehidupan setelah kampus. Program ini tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk masuk dunia kerja, tetapi juga membangun kesiapan hidup berkeluarga, kesiapan psikologis, dan kesiapan memberi dampak bagi masyarakat di tengah bonus demografi Indonesia.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI memandang isu kependudukan saat ini perlu ditangani melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Pergeseran struktur penduduk, dinamika dunia kerja, serta perubahan cara pandang Gen Z terhadap pernikahan dan keluarga menjadi tantangan penting bagi pembangunan manusia Indonesia.
Melalui program seperti Siap Impact, Siap Menikah, dan Siap Langgeng, kementerian mendorong lahirnya ekosistem pembinaan yang menghubungkan mahasiswa tingkat akhir, talenta muda, kampus, dan industri. Program ini juga dikembangkan bersama ECC UGM untuk memperkuat aspek talent management, asesmen psikometri, dan pendampingan kesiapan karier.
Perwakilan ECC UGM, Nurhadi, menyampaikan bahwa program ini memiliki misi untuk menyiapkan mahasiswa yang akan lulus agar mampu melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya secara lebih matang. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali akses kerja, tetapi juga perlu dibantu memahami potensi diri, kesiapan mental, dan arah pengembangan hidup.
Program ini dirancang dalam format hybrid dan akan melibatkan mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kick off awal direncanakan berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 dengan sekitar 200 peserta luring dan target jangkauan 500 peserta secara nasional. Program ini akan dikemas dalam beberapa sesi berbasis tantangan, seleksi, dan pengembangan talenta hingga terpilih 30 peserta untuk mengikuti tahap lanjutan di Jakarta.
Dekan FT UGM, Prof. Selo, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa FT UGM memiliki jumlah mahasiswa yang besar dan mencapai sekitar seperlima dari total mahasiswa UGM. Ia juga menegaskan bahwa semakin banyak perempuan yang menempuh pendidikan teknik, sehingga penguatan kesiapan hidup dan karier bagi generasi muda menjadi semakin relevan.
“Agenda ini bagus. Kami menyambut baik dan siap membantu. Semoga program ini dapat memberi manfaat bagi generasi muda kita,” ujar Prof. Selo.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FT UGM, Prof. Ali Awaludin, turut menyoroti pentingnya kajian berbasis data terkait hubungan antara pendidikan, kesiapan menikah, dan pilihan hidup generasi muda. Menurutnya, isu ini perlu dilihat secara objektif agar kebijakan yang disusun dapat menjawab kebutuhan nyata mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.
Bagi FT UGM, penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan adaptif. Kolaborasi ini juga memperluas peran pendidikan teknik, bukan hanya dalam menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga dalam menyiapkan insan muda yang siap hidup, siap berkeluarga, dan siap memberi dampak bagi pembangunan Indonesia. (Tim Humas FT UGM)