Pengembangan ekosistem hidrogen nasional menjadi fokus utama pemaparan Prof. Sarjiya dalam Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology yang diselenggarakan pada Selasa (6/1). Pada kesempatan tersebut, ia memperkenalkan inisiatif Hydrogen Valley Yogyakarta (Hy-Vy) sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan pengembangan hidrogen nasional dalam mendukung transisi energi rendah karbon.
Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., yang merupakan dosen Fakultas Teknik UGM sekaligus Kepala Pusat Studi Energi UGM, menjelaskan bahwa Hy-Vy dirancang sebagai laboratorium lapangan terpadu dan ekosistem hidrogen nasional. Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat implementasi ekonomi hidrogen di Indonesia melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan hidrogen di Indonesia saat ini masih berada pada tahap penelitian dan proyek percontohan, sementara penerapannya dalam skala industri belum sepenuhnya terwujud. Hidrogen sendiri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju energi rendah karbon. Hal ini tercermin dalam target pemanfaatan hidrogen sebesar 328 MW pada tahun 2030, yang diproyeksikan terus meningkat hingga 52 GW pada tahun 2060.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Prof. Sarjiya memperkenalkan rencana pembentukan National Center for Hydrogen melalui pengembangan Hy-Vy secara lebih luas. Pusat ini dirancang dengan pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga masyarakat. Kolaborasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir dipandang sebagai kunci utama dalam membangun rantai nilai hidrogen yang berkelanjutan.
Selain penguatan ekosistem riset dan industri, inisiatif Hy-Vy juga difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembentukan Hydrogen Academy. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi dan keterlibatan perguruan tinggi, terutama di kawasan Indonesia Timur, agar lebih siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi hidrogen nasional.
Sumber: Sarjiya, Pakar Energi UGM, Dorong Hydrogen Valley Yogyakarta – jteti ft ugm