FT-UGM. Komitmen mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pembangunan berkelanjutan kembali membuahkan prestasi di tingkat nasional. Tim Cihuy Mihuy berhasil meraih Juara 2 pada kategori Innovation in Building Infrastructure dalam ajang PUTechnovation 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum pada 20–21 Mei 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “Nexa: Smart Public Working Space with AIoTIntegrated Rainwater Harvesting and Hybrid Photovoltaic-Piezoelectric Pedestrian Pathways for Water Supply and Sustainable Energy.”
Tim Cihuy Mihuy terdiri atas Alfath Qornain Isnan Yuliadi sebagai ketua, bersama Hera Tatas Perdana Pangayoman dan Jennifer Gabriela Wijaya sebagai anggota. Alfath dan Hera merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, sedangkan Jennifer berasal dari Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam merancang konsep yang memadukan aspek rekayasa sipil, arsitektur, dan teknologi cerdas.
Inovasi Nexa menawarkan konsep ruang kerja publik modern yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), sistem pemanenan air hujan otomatis, serta jalur pedestrian yang mampu menghasilkan energi melalui kombinasi panel surya (photovoltaic) dan teknologi piezoelectric. Konsep ini dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya tren work from anywhere (WFA), sekaligus menjawab tantangan penyediaan air bersih dan kebutuhan energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui sistem yang dirancang, air hujan dapat dimanfaatkan secara otomatis untuk mendukung kebutuhan air bersih pada fasilitas publik. Sementara itu, pemanfaatan energi terbarukan pada jalur pedestrian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih mandiri dan ramah lingkungan.
Dalam kompetisi, seluruh peserta menjalani proses seleksi yang mencakup penilaian proposal, presentasi karya, serta sesi diskusi dan tanya jawab dengan dewan juri. Tim Cihuy Mihuy berhasil menunjukkan kualitas inovasi melalui penyampaian yang sistematis, didukung data yang komprehensif serta potensi implementasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan masa depan.
Menurut Alfath Qornain Isnan Yuliadi selaku ketua tim, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota tim serta dukungan dari dosen pembimbing, Lava Himawan. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan. [Penulis : Jennifer Wijaya]