Pécs, Hungary— Sekar Ramya Aqila, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, berhasil mengikuti program Intenational Exposure di University of Pécs, Hungary, pada periode Januari hingga Juni 2026. Program Intenational Exposure ini dilaksanakan di Department of Human Geography and Urban Studies, Faculty of Science, University of Pécs, Hungaria, di bawah pengajaran Dr. Éva Máté, Dr. Gábor Pirisi, Dr. Péter Reményi, dan Dr. Zoltán Wilhelm, serta mendapatkan pendampingan akademik dari Dr. Yori Herwangi, selaku dosen pembimbing dari Departemen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Selama menjalani program International Exposure, Sekar tidak hanya mengikuti perkuliahan di University of Pécs, tetapi juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang memperluas perspektifnya sebagai calon perencana wilayah. Pengalaman tersebut mencakup pengembangan proyek penelitian mengenai revitalisasi kawasan perdesaan di Hungaria, kontribusi dalam publikasi buku bersama diaspora Indonesia, partisipasi dalam berbagai kegiatan jejaring akademik internasional, hingga studi mandiri terhadap sistem perkotaan dan perdesaan di 14 negara Eropa. Di antara berbagai kegiatan tersebut, pengembangan proyek penelitian mengenai revitalisasi Kawasan perdesaan di Hungaria menjadi pengalaman akademik yang paling berkesan.
Melalui proyek tersebut, Sekar mengembangkan konsep “RURALL (Rural for All)” yang berfokus untuk mengembangkan area dengan tingkat penuaan populasi yang tinggi serta memiliki sumber daya alam melimpah namun belum dimanfaatkan secara terintegrasi untuk mendukung pembangunan wilayah. Melalui proyek ini, Sekar berupaya merancang konsep pengembangan kawasan perdesaan yang mampu menghubungkan potensi pertanian, sumber daya air, energi terbarukan, pariwisata, serta partisipasi masyarakat dalam satu sistem pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari proses penyusunan proyek, Sekar melaksanakan survei lapangan selama tiga hari di kawasan Salföld, Hungaria bersama dosen dan mahasiswa University of Pécs. Kegiatan tersebut meliputi observasi kondisi eksisting wilayah, identifikasi pola penggunaan lahan, karakteristik permukiman, potensi sumber daya alam, aksesibilitas, hingga dinamika sosial masyarakat setempat. Hasil survei lapangan kemudian dipadukan dengan analisis spasial, pemetaan sumber daya, serta pendekatan Food-Energy-Water (FEW) Nexus untuk menyusun strategi pengembangan kawasan yang adaptif terhadap kondisi lokal.
Selain proyek penelitian, Sekar juga menorehkan capaian akademik melalui publikasi karya tulis dalam buku Entropi Diaspora yang diterbitkan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Hungaria. Karya berjudul Menuju Kota Terintegrasi: Mengkritisi Urban Sprawl dan Sistem Transportasi melalui Perspektif Entropi Ruang tersebut mengangkat hasil refleksi dan analisisnya terhadap sistem perkotaan di Eropa selama menjalani Intenational Exposure. Dalam tulisannya, Sekar menyoroti bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan tata ruang, sistem transportasi, dan kebijakan Pembangunan ke dalam satu sistem yang saling mendukung. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendorong pengembangan kota-kota di Indonesia yang lebih terintegrasi dan kontekstual.
Di luar kegiatan akademik, Sekar juga aktif memperluas jejaring internasional melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh University of Pécs maupun Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hungaria. Ia mengikuti berbagai networking session, forum diskusi, dan kegiatan lintas budaya yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai negara. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan berdiskusi secara langsung dengan Duta Besar Hungaria, yang memberikan wawasan mengenai Pendidikan internasional, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Interaksi dengan akademisi, mahasiswa internasional, dan berbagai pihak selama di Hungaria semakin mendorong rasa ingin tahu Sekar untuk memahami bagaimana setiap wilayah berkembang dalam konteks yang berbeda. Berangkat dari semangat tersebut, ia memanfaatkan kesempatan selama menjalani Intenational Exposure untuk melakukan studi komparatif secara mandiri terhadap sistem perkotaan dan perdesaan di 14 negara, yaitu Hungaria, Italia, Prancis, Belanda, Luksemburg, Belgia, Austria, Spanyol, Swiss, Jerman, Republik Ceko, Slovakia, Vatikan, dan Turki. Alih-alih menjadikan perjalanan tersebut sebagai aktivitas wisata semata, setiap kota dan kawasan yang dikunjungi dipandang sebagai ruang pembelajaran untuk mengamati bagaimana tata ruang, sistem transportasi, pengelolaan kawasan wisata, ruang publik, hingga karakter permukiman dirancang.
Berbagai hasil observasi dan refleksi tersebut kemudian didokumentasikan melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan secara mandiri di platform Medium. Melalui blog tersebut, Sekar membagikan pengalaman, analisis, serta pandangannya mengenai bagaimana sebuah kota tumbuh, berkembang, dan merespons tantangan pembangunan sesuai dengan karakteristik wilayahnya masing-masing.
Berbagai pengalaman selama menjalani Intenational Exposure di University of Pécs membentuk cara pandang baru bagi Sekar dalam melihat sebuah wilayah. Pemahaman tersebut semakin diperkaya melalui kesempatan untuk mulai berkolaborasi dengan Danube4Rural, sebuah proyek internasional yang berfokus pada revitalisasi kawasan perdesaan di Kawasan Danube. Bagi Sekar, pengalaman ini bukan menjadi akhir dari perjalanan akademiknya, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan solusi perencanaan wilayah yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (Sekar Ramya Aqila, Editor: Franky Argus Adiwena)

