Yogyakarta, Selasa (11/8) – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terus memperluas jejaring kemitraan internasional melalui kunjungan delegasi Chang Gung University (CGU), Taiwan, pada Selasa (11/8). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama, mulai dari pengembangan program pendidikan internasasional, riset, hingga penguatan koneksi dengan industri melalui skema 3+2 yang terintegrasi dengan program magang dan kesempatan bekerja.
Berbeda dari kunjungan kerja sama pada umumnya, agenda delegasi Chang Gung University berlangsung secara komprehensif dengan mengunjungi tiga lokasi di lingkungan FT UGM, yakni Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Kantor Pusat Fakultas Teknik UGM, serta Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI). Rangkaian kunjungan tersebut dirancang untuk membuka ruang diskusi, baik di tingkat fakultas maupun departemen, sehingga potensi kolaborasi dapat dibahas secara lebih mendalam sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Delegasi Chang Gung University dipimpin oleh Associate Dean College of Engineering, Prof. Shao-Ku Kao, didampingi Ketua Departemen Teknik Mesin dan Ketua Departemen Teknik Elektro. Setelah melakukan kunjungan ke DTMI, delegasi diterima di Kantor Pusat FT UGM oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Sugeng, bersama Manager Layanan Pengembangan Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yani Rahmawati.
Pertemuan di Kantor Pusat FT UGM difokuskan pada pembahasan peluang implementasi program 3+2 antara kedua institusi. Dalam kesempatan tersebut, FT UGM dan Chang Gung University saling memaparkan kebijakan akademik yang dimiliki sebagai dasar penyusunan skema kerja sama yang memungkinkan untuk diterapkan.
Salah satu program yang diperkenalkan oleh Chang Gung University adalah Memory Integrated Circuit Professional Master’s Program with 3+2 Program. Program tersebut menawarkan skema pendidikan yang mengombinasikan studi akademik dengan pengalaman profesional di industri. Mahasiswa akan menyelesaikan satu tahun terakhir pendidikan sarjana dan melanjutkan satu tahun pendidikan magister di Chang Gung University, kemudian mengikuti satu tahun program magang di perusahaan mitra. Setelah lulus, peserta juga memperoleh kesempatan untuk bekerja selama dua tahun di industri. Program tersebut didukung dengan skema beasiswa yang kompetitif sehingga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi sekaligus membangun karier di bidang teknologi.
Selain membahas peluang implementasi program tersebut, kedua institusi juga mendiskusikan penyusunan Memorandum of Agreement (MoA). Pada kesempatan itu, pihak Chang Gung University menyerahkan draft MoA yang selanjutnya akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebijakan serta ketentuan yang berlaku di UGM sebelum ditindaklanjuti menjadi kerja sama resmi.
Usai pertemuan di Kantor Pusat FT UGM, delegasi melanjutkan agenda ke DTETI untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih spesifik pada tingkat departemen. Keterlibatan pimpinan Departemen Teknik Mesin dan Teknik Elektro dari Chang Gung University diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun pengembangan kolaborasi bersama industri.
Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara FT UGM dan Chang Gung University. Dengan adanya pembahasan yang berlangsung di tingkat fakultas maupun departemen, kedua institusi diharapkan dapat segera merealisasikan berbagai bentuk kerja sama yang telah diidentifikasi, mulai dari mobilitas mahasiswa, pengembangan program akademik, hingga kolaborasi riset dan industri. Selain itu, kemitraan ini diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan bekerja di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat posisi FT UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global demi menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan industri masa depan. (Apri Rohmanto)