Yogyakarta, 17 April 2026 — Upaya mendorong peran strategis dosen muda dalam kancah global terus diperkuat oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Hal ini tercermin dalam kegiatan Sharing Session bertajuk “Peluang Dosen Muda untuk Mendukung Internasionalisasi Fakultas Teknik UGM” yang diselenggarakan di Coworking Space SGLC FT UGM.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FT UGM, Prof. Ali Awaludin, yang menekankan pentingnya kesiapan dosen muda dalam menjawab tantangan global melalui inovasi, kolaborasi lintas negara, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa internasionalisasi bukan sekadar capaian institusi, melainkan juga sarana untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan dunia, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Dalam sesi utama, Dr. Hilya Mudrika Arini, dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, membagikan pengalaman membangun jejaring akademik internasional yang produktif dan berdampak. Ia menuturkan bahwa kolaborasi global dapat berangkat dari relasi sederhana yang dibangun secara konsisten dan penuh kepercayaan, hingga berkembang menjadi kemitraan riset strategis lintas negara.
Pengalaman Dr. Hilya dalam menjalin kerja sama dengan berbagai institusi di Inggris, Australia, Jepang, hingga Swiss menunjukkan bahwa konektivitas akademik membuka peluang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus kontribusi sosial. Salah satu contoh nyata adalah pengembangan simulasi edukasi kebencanaan SIGAP-Merapi, yang memanfaatkan pendekatan teknologi dan pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat literasi masyarakat, tetapi juga mendorong ketangguhan komunitas dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Selain itu, keterlibatannya dalam riset energi terbarukan melalui berbagai skema pendanaan internasional turut mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan pengembangan kebijakan berbasis data. Penelitian terkait adopsi panel surya serta pengembangan sistem manajemen energi menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan kebutuhan energi masa depan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi lintas disiplin dan negara juga tercermin dalam proyek yang berfokus pada peningkatan literasi kebijakan iklim di masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan platform digital interaktif. Upaya ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman publik, penguatan komunikasi kebijakan, serta pemberdayaan kelompok rentan agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Lebih jauh, Dr. Hilya menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, mengenali potensi diri, serta membangun jejaring secara aktif. Ia juga mengingatkan bahwa proses menuju kolaborasi global tidak lepas dari tantangan, termasuk penolakan dalam pengajuan pendanaan atau proposal riset. Namun demikian, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci utama dalam membuka peluang yang lebih luas di masa depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen muda FT UGM yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan kapasitas diri dan memperluas jejaring internasional. Diskusi yang berlangsung dinamis mencerminkan semangat generasi akademisi muda untuk tidak hanya berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga mengambil peran dalam menjawab isu-isu global melalui pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FT UGM menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing global, sekaligus mendorong dosen muda menjadi motor penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (Purwantara)