Berangkat dari keresahan terhadap emisi karbon dan limbah pertanian, Tim Carbolight dari Fakultas Teknik UGM menghadirkan solusi inovatif berbasis ekonomi sirkular yang mengubah keduanya menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Inovasi ini mengantarkan mereka meraih Bronze Medal dalam ajang International Paper Competition di Malaysia pada 13–16 Februari 2026 di Alamis City Hotel.
Karya bertajuk “Carbolight Sustainable Aviation Fuel” ini menghadirkan sistem terintegrasi bernama CARBOLIGHT, yang menggabungkan berbagai teknologi dalam satu rantai proses. Sistem ini mencakup penangkapan karbon (carbon capture), gasifikasi biomassa menggunakan supercritical water gasification, reaksi Reverse Water Gas Shift (RWGS), hingga sintesis bahan bakar melalui metode Fischer–Tropsch. Integrasi teknologi ini memungkinkan pemanfaatan emisi karbon dan limbah biomassa secara optimal menjadi energi bersih bernilai tinggi.
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada kemampuannya menghubungkan tiga sektor sekaligus, yakni industri sebagai penghasil emisi, sektor pertanian sebagai penyedia biomassa, serta industri aviasi sebagai pengguna energi bersih. Dengan pendekatan ini, CARBOLIGHT tidak hanya berpotensi menurunkan emisi karbon secara signifikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui pemanfaatan limbah pertanian, sekaligus mendorong transisi energi berkelanjutan di sektor transportasi udara.
Tim Carbolight terdiri atas Arief Putra Pratama dan Naufal Fabianito Assariy dari Program Studi S1 Teknik Mesin, serta Muhamad Daffa Raditya Widyadana, Reva Arma Jala Antariksa, dan Nugroho Ibrahim dari Program Studi S1 Teknik Kimia. Dalam pengembangannya, tim ini dibimbing oleh Dr.-Ing. Ir. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng., IPM, ASEAN Eng.
Ke depan, Tim Carbolight berharap inovasi CARBOLIGHT System dapat dikembangkan lebih lanjut dari tahap konseptual menuju riset lanjutan dan implementasi nyata melalui kolaborasi dengan akademisi, pemerintah, serta mitra industri. Mereka juga menargetkan kontribusi nyata terhadap pencapaian net zero emission, penguatan kemandirian energi nasional, serta menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan global, khususnya di bidang transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.