Yogyakarta — Keluarga Alumni Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (KATDESI FT UGM) menunjukkan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui program KATDESI Peduli, para alumni Departemen Teknik Geodesi FT UGM telah menyalurkan 1,28 juta liter air bersih kepada 4.324 warga atau 1.231 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sembilan padukuhan di Kapanewon Tepus, Purwosari, dan Tanjungsari. Bantuan yang dilaksanakan secara bertahap sejak 6 Oktober 2026 tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah keterbatasan pasokan akibat musim kemarau.
Penyaluran tahap pertama pada 6 Oktober 2026 menjangkau Padukuhan Trosari 2, Kalurahan Tepus, sebanyak 170.000 liter untuk 335 warga serta Padukuhan Kacangan, Kalurahan Giripurwo, sebanyak 400.000 liter untuk 642 warga. Program kemudian diperluas melalui tahap kedua yang dimulai pada 12 Oktober 2026 dengan tambahan 710.000 liter air bersih bagi 3.347 warga di tujuh padukuhan, meliputi Trosari 1, Blekonang 1, Blekonang 2, Blekonang 3, Tegalweru, Gembuk, dan Bareng. Selain mendistribusikan air menggunakan mobil tangki, KATDESI Peduli juga menyediakan dua unit toren air di Padukuhan Trosari 2 untuk memperkuat kapasitas penampungan sehingga warga dapat memanfaatkan bantuan secara bertahap.
Inisiatif tersebut menjadi respons terhadap persoalan kekeringan yang masih membatasi akses masyarakat terhadap air bersih, khususnya di kawasan rawan kekurangan air. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pada akhir September 2026, sebanyak 92.055 warga di 70 kalurahan terdampak kekeringan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan domestik dan sanitasi. Kehadiran KATDESI Peduli tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana jejaring alumni perguruan tinggi dapat berkontribusi secara langsung dalam merespons persoalan sosial dan lingkungan.
Ketua Panitia Reuni KATDESI 2026, Heri Sutanta, menegaskan bahwa solidaritas alumni perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami ingin kebersamaan alumni tidak berhenti pada reuni,” ujarnya. Program sosial yang melibatkan alumni angkatan 1994, 2004, dan 2014 tersebut menjadi bagian dari rangkaian Reuni KATDESI 2026 bertema Satu Hati, Satu Titik Kembali. KATDESI Bersinergi. Manfaat bantuan juga dirasakan masyarakat penerima. Kepala Dukuh Trosari 2, Niken, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang membantu warga memperoleh air bersih. Kolaborasi ini memperkuat peran alumni sebagai mitra sosial yang tidak hanya membangun jejaring profesional, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen tersebut akan dilanjutkan melalui penyaluran tahap ketiga berupa tambahan 100.000 liter air bersih untuk warga Padukuhan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, dan Padukuhan Nyemuh, Kapanewon Saptosari, disertai rencana pembangunan empat toren air umum melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) CIMB Niaga Syariah. Setelah seluruh tahapan terealisasi, KATDESI Peduli ditargetkan menyalurkan total 1,38 juta liter air bersih dan enam unit toren yang menjangkau 5.492 warga atau 1.590 KK di 11 padukuhan. Ketua KATDESI UGM, Farid Hidayat, menekankan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat tetap memerlukan perhatian selama musim kemarau berlangsung. Program ini sekaligus memperlihatkan kontribusi alumni Fakultas Teknik UGM dalam mendukung akses air bersih, ketahanan masyarakat terhadap kekeringan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. (Tim Humas FT UGM)
Sumber: https://www.krjogja.com/gunungkidul/1247598740/katdesi-salurkan-128-juta-liter-air-bersih-untuk-4324-warga-gunungkidul