Yogyakarta, 24 April 2026 — Alumni Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM, ASEAN Eng. (Alumni Program Profesi Insinyur dan Magister Teknik Sistem FT UGM), mendorong percepatan kebijakan energi daerah melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Umum Energi Daerah (RUED) untuk Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama akademisi FT UGM di Gedung ERIC, Yogyakarta, pada 22–24 April 2026. Forum ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi profesi untuk merumuskan sistem energi yang sesuai dengan kondisi geografis Papua serta kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
Prof. Johni menegaskan bahwa pengembangan energi di Papua harus berbasis potensi lokal seperti tenaga surya, mikrohidro, dan panas bumi, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi baru termasuk nuklir. Ia menjelaskan bahwa pembahasan teknologi nuklir sudah masuk dalam agenda Dewan Energi Nasional dan berpotensi menjadi bagian dari bauran energi nasional. Sementara itu, Dekan FT UGM, Prof. Selo, menyatakan bahwa kampus siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan industri untuk menjawab persoalan energi yang kompleks, termasuk pengembangan PLTS di wilayah terluar dan target pemanfaatan PLTN secara bertahap hingga 2060.
Prof. Johni merupakan Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih Jayapura periode 2020–2024 dan anggota pemangku kepentingan di Dewan Energi Nasional Republik Indonesia. Ia juga merupakan alumni Program Profesi Insinyur dan Magister Teknik Sistem FT UGM. Peran ini memperkuat posisinya dalam menjembatani kepentingan akademik dan kebijakan publik di sektor energi.
Kolaborasi ini memperluas akses energi yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendorong penguatan infrastruktur dan inovasi teknologi di daerah. Pendekatan ini mendukung pembangunan wilayah yang lebih tangguh dan inklusif, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Sinergi lintas sektor yang terbangun menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan menjawab tantangan perubahan global. (Anggita Noviana R., editor Tim Humas FT UGM)
