Di balik aliran minyak yang menggerakkan industri, terdapat tantangan besar dalam memastikan minyak mentah dapat berpindah secara aman, efisien, dan ekonomis dari lokasi produksi menuju fasilitas pengolahan. Tantangan inilah yang menjadi inspirasi bagi Tim Warteg Bahari dari Teknik Mesin UGM untuk mengembangkan desain sistem perpipaan minyak lintas darat dan bawah laut. Berkat inovasi tersebut, mereka berhasil meraih 2nd Winner pada Pipeline Design Competition 2026, kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa teknik terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim yang diketuai oleh Alvito Rizki Sidartawan bersama Rosavira Donel, Fathan Kamal Idham, Althaf Muhammad Daffa, dan Andhika Kurnia Pradipta berhasil bersaing dengan berbagai tim dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk merancang sistem perpipaan minyak mentah yang aman, efisien, serta realistis untuk diterapkan pada industri migas. Menjawab tantangan tersebut, Tim Warteg Bahari mengembangkan desain sistem penyaluran minyak mentah dari Bojonegoro menuju Tuban sepanjang 103 kilometer yang mengintegrasikan jalur darat dan bawah laut.
Proses perancangan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penentuan rute pipa yang optimal, analisis kekuatan dan keamanan struktur, hingga simulasi kondisi operasi menggunakan perangkat lunak engineering serta mengacu pada standar internasional industri minyak dan gas. Pendekatan ini bertujuan memastikan sistem mampu beroperasi secara andal dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan.
Salah satu keunggulan utama desain yang diusung Tim Warteg Bahari terletak pada strategi optimasi temperatur fluida. Melalui pengaturan suhu yang tepat, viskositas minyak mentah berhasil diturunkan hingga sekitar 84 persen. Penurunan tingkat kekentalan tersebut membuat aliran minyak menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan energi pompa dapat dikurangi secara signifikan.
Inovasi ini menghasilkan penghematan energi pompa hingga 49 persen dan berpotensi menekan biaya operasional lebih dari Rp1,28 triliun sepanjang umur operasi sistem. Dengan total nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp3,02 triliun, desain tersebut menawarkan solusi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga layak secara teknis untuk diterapkan pada proyek infrastruktur energi berskala besar.
Selain aspek efisiensi, tim juga memberikan perhatian besar terhadap faktor keselamatan dan lingkungan. Desain pipa bawah laut dirancang agar tetap stabil terhadap pengaruh gelombang, arus laut, serta kondisi dasar perairan. Ketahanan struktur juga dianalisis untuk memastikan sistem mampu beroperasi dengan aman hingga 25 tahun, sehingga risiko gangguan operasional maupun dampak lingkungan dapat diminimalkan.
Ketua tim, Alvito Rizki Sidartawan, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi, kemampuan analisis teknik, dan pemanfaatan teknologi dalam menyelesaikan tantangan nyata di sektor energi.
“Kompetisi ini memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk menerapkan ilmu teknik yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam studi kasus industri yang kompleks. Kami belajar bagaimana merancang solusi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi, keselamatan, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Tim Warteg Bahari berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang engineering, riset, dan problem solving untuk menjawab berbagai tantangan pada sektor energi dan infrastruktur. Pengalaman dari kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan inovasi-inovasi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda Indonesia dalam pengembangan teknologi dan industri nasional.
Prestasi yang diraih Tim Warteg Bahari menunjukkan bahwa mahasiswa UGM tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu menawarkan solusi rekayasa yang relevan terhadap kebutuhan industri masa depan. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, karya mereka menjadi bukti bahwa transformasi sektor energi Indonesia dapat dimulai dari ide-ide kreatif yang lahir di lingkungan kampus.