Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Sebanyak 92 lulusan Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengikuti pelepasan wisuda periode IV Tahun 2025/2026 di Auditorium Fakultas Teknik UGM. Terdiri atas 85 lulusan Program Magister (S2) dan 7 lulusan Program Doktor (S3), para wisudawan diharapkan menjadi insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai kebangsaan.
Data akademik menunjukkan capaian yang membanggakan. Rata-rata masa studi lulusan magister mencapai 2 tahun 2 bulan dengan IPK 3.75, sedangkan lulusan doktor menyelesaikan studi rata-rata dalam 5 tahun 4 bulan dengan IPK 3.90. Prestasi akademik juga tercermin dari predikat kelulusan, yaitu sebanyak 41 lulusan berhasil meraih predikat Pujian (Cumlaude). Adapun untuk prestasi wisudawan pada periode ini, sebagai berikut:
Pada jenjang Program Magister, Puji Rianto dari Program Studi Magister Teknik Mesin ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 serta dua publikasi pada prosiding internasional. Predikat wisudawan tercepat diraih oleh Najieda Azka dari Program Studi Magister Teknik Geomatika yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 1 tahun 7 bulan. Sementara itu, Fiqri Fahra dari Program Studi Magister Teknik Geomatika tercatat sebagai wisudawan termuda dengan usia 22 tahun 10 bulan. Adapun predikat wisudawan tersenior diraih oleh Satyo Tri Utomo Harimurti dari Program Studi Magister Teknik Geomatika yang menyelesaikan pendidikan pada usia 39 tahun 2 bulan.
Pada jenjang Program Doktor, Hasan Mastrisiswadi dari Program Studi Doktor Teknik Industri meraih predikat sebagai wisudawan terbaik sekaligus wisudawan tercepat. Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan capaian IPK 4,00 serta menghasilkan empat publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang masing-masing terindeks pada kuartil Q1, Q2, Q3, dan Q4. Predikat wisudawan termuda diraih oleh Mohd Brado Frasetyo dari Program Studi Doktor Teknik Elektro yang lulus pada usia 28 tahun 10 bulan. Sementara itu, Untung Surya Dharma dari Program Studi Doktor Teknik Mesin ditetapkan sebagai wisudawan tersenior dengan usia 48 tahun 2 bulan.
Dekan Fakultas Teknik menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para lulusan menuntaskan perjalanan studi pada jenjang magister maupun doktor. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
“Selamat atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan magister dan doktor. Semoga memperoleh posisi terbaik dan mampu mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi. Yang tidak kalah penting adalah komitmen untuk menjaga nama baik almamater setelah lulus.”

Pesan mengenai pentingnya karakter dan integritas juga disampaikan oleh Josua M. Sinambela, M.Eng., Founder & CEO RootBrain.Com sebagai narasumber talkshow pelepasan pascasarjana periode ini. Ia mengajak para lulusan untuk menjadi pribadi yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal namun mampu bersaing secara global. Mengusung pesan “Locally Rooted, Globally Respected“, Josua mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan akan terus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai-nilai kehidupan tidak pernah kehilangan relevansinya.
“Teknologi bergerak semakin cepat, tetapi integritas tidak punya versi pembaruan.”
Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah banyak aspek dunia kerja, termasuk profesi pengembang perangkat lunak. Meski demikian, AI bukanlah pengganti manusia.
“AI membantu manusia, bukan menjadi penentu keputusan. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, etika, dan integritas harus menjadi keunggulan yang tetap dimiliki seorang engineer.”

Sementara itu, perwakilan wisudawan, Divita Hayyu Kinanti dari Program Studi Magister Teknik Kimia, mengungkapkan bahwa kelulusan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, sekaligus menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas.
“Kelulusan bukan hanya keberhasilan atas ketekunan, tetapi juga awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Semoga ilmu yang kita peroleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”
(Anggita Noviana Rizki, Editor: Franky Argus Adiwena)
