Yogyakarta, 20 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan dari Prof. Tom Bruce dari School of Engineering University of Edinburgh, Inggris. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rencana kerja sama antara FT UGM dan University of Edinburgh, khususnya dalam pengembangan program double degree pada jenjang magister di beberapa program studi.
Pertemuan berlangsung dengan dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, antara lain Tyas Ikhsan Himawan, P.hD., selaku Ketua Subdirektorat Kerja Sama Luar Negeri Direktorat Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan FT UGM, manajer pengembangan akademik dan kemahasiswaan, serta perwakilan pengurus program studi magister Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia.
Dalam diskusi tersebut membahas berbagai aspek penting terkait implementasi program double degree. Topik yang dibahas meliputi proses matchmaking kurikulum guna memastikan kesesuaian struktur pembelajaran, mekanisme registrasi dan admisi mahasiswa, hingga pengaturan pelaksanaan tesis dan sistem asesmen akademik. Pembahasan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam memastikan kesiapan kedua institusi dalam menyelenggarakan program bersama yang berkualitas dan berstandar internasional.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi forum strategis untuk memperluas potensi kolaborasi di berbagai bidang teknik, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, joint research, maupun pengembangan program akademik lainnya. Keterlibatan berbagai program studi di FT UGM menunjukkan komitmen fakultas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kerja sama antara FT UGM dan University of Edinburgh datap terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Program double degree yang direncanakan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan, memperluas wawasan global mahasiswa, serta memperkuat jejaring akademik internasional di bidang teknik.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya terbatas pada program akademik, tetapi juga mencakup pengembangan riset bersama dan inovasi teknologi yang berkontribusi pada penyelesaian tantangan global. (Apri Rohmanto)