Yogyakarta, 22 April 2026 – Kolaborasi antara Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan Pura Group/PT Pura Barutama diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan talenta teknik yang terintegrasi dengan kebutuhan industri manufaktur, sekaligus mendorong inovasi berbasis riset terapan yang berdampak langsung pada sektor produksi nasional. Pura Barutama, perusahaan industri manufaktur yang berbasis di Kudus dan dikenal sebagai produsen kertas uang serta kertas sekuriti sejak tahun 1908. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FT UGM, Prof. Ali Awaludin, menyampaikan bahwa kemitraan ini dirancang tidak hanya sebagai jalur magang atau rekrutmen, tetapi sebagai sistem berkelanjutan yang menghubungkan proses pendidikan, pengalaman kerja nyata, hingga pengembangan riset bersama di bidang printing dan packaging yang menjadi kekuatan industri Pura Group di Kudus.
Prof. Ali Awaludin menjelaskan bahwa skema kerja sama ini bisa mencakup program magang dengan standar seleksi setara karyawan yang berlangsung selama 2–6 bulan, di mana mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses kerja di unit bisnis dan mendapatkan pengakuan akademik melalui konversi mata kuliah. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memberikan pengalaman profesional sejak dini sekaligus membuka peluang rekrutmen berbasis kinerja. Ia juga menyampaikan bahwa FT UGM membuka kolaborasi riset antara dosen dan industri untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, serta menyediakan akses bagi karyawan Pura Group untuk melanjutkan pendidikan magister dan doktor berbasis penelitian, sehingga tercipta siklus penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Manajer Layanan Kerja Sama, PKM, dan Alumni FT UGM, Dr. Nur Abdillah Siddiq, menyatakan bahwa kemitraan ini memperkuat implementasi link and match antara perguruan tinggi dan industri melalui keterlibatan langsung dunia usaha dalam proses pembelajaran. Ia menilai bahwa mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi, budaya kerja, dan pemahaman sistem industri yang kompleks. Sementara itu, Manajer Layanan Pengembangan Akademik dan Kemahasiswaan FT UGM, Dr. Yani Rahmawati, menambahkan bahwa integrasi pengalaman industri ke dalam kurikulum memberikan fleksibilitas pembelajaran sekaligus meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja yang dinamis.
Perwakilan Pura Group menegaskan bahwa industri manufaktur membutuhkan lulusan teknik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap kerja, adaptif, dan memiliki pengalaman praktis. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai skema, mulai dari magang profesional, program internship internasional melalui skema reciprocal bagi mahasiswa asing, hingga kolaborasi riset yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses produksi. Mereka juga menilai bahwa sinergi dengan FT UGM membuka peluang pengembangan inovasi berbasis riset yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Pusat Kajian LKFT, Dr. Bambang Kun Cahyono, menyampaikan bahwa kerja sama ini berpotensi mempercepat hilirisasi riset dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi teknologi bagi industri. Kepala Kantor Administrasi FT UGM, Doni Agus Wijayanto, menambahkan bahwa dukungan tata kelola dan sistem administrasi akan memastikan implementasi kerja sama berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kolaborasi ini menghadirkan dampak strategis bagi FT UGM dalam memperkuat daya saing lulusan, memperluas jejaring global, serta mendorong kontribusi nyata terhadap pengembangan industri nasional. Kemitraan ini juga menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja, sehingga menghasilkan lulusan yang relevan, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Tim Humas FT UGM)