Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2025 melalui ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah MATICS 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin pada 5–9 Februari 2026 di Makassar. Tim dengan nama unik, “Kalo Kalah Salahin Satria”, berhasil meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Presentation dengan nilai presentasi tertinggi.
Tim ini beranggotakan Adiet Tri Wardana Putra, Hanifa Azalia Insani Putri, dan Satria Bagus Hadi Wijaya di bawah bimbingan Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU. Meski berasal dari bidang Teknik Geodesi, mereka mampu menunjukkan bahwa inovasi lintas disiplin dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan di bidang kesehatan.
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, dan Institut Teknologi Kalimantan. Bahkan, pada tahap awal, universitas besar seperti Universitas Indonesia, ITB, Universitas Brawijaya, dan ITS turut berpartisipasi. Hal ini menjadikan capaian tim semakin membanggakan karena berhasil bersaing di tingkat nasional yang kompetitif.
Inovasi yang diusung tim ini diberi nama ALZVOICE (Alzheimer Voice), sebuah aplikasi berbasis teknologi digital yang dirancang untuk membantu deteksi dini penyakit Alzheimer pada lansia. Berangkat dari keprihatinan terhadap sulitnya akses diagnosis awal yang cepat dan terjangkau, ALZVOICE hadir sebagai solusi yang praktis dan inovatif.
Aplikasi ini memanfaatkan analisis gelombang akustik dari suara pengguna serta tes kognitif sederhana yang diproses menggunakan teknologi machine learning. Dari hasil tersebut, sistem akan menghasilkan skor risiko kognitif yang dapat menjadi indikator awal kondisi pengguna. Jika terdeteksi adanya potensi gangguan, pengguna akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke tenaga medis profesional.
Keunggulan ALZVOICE terletak pada kemudahannya dalam penggunaan, fleksibilitas akses, serta biaya yang relatif ekonomis. Dengan pendekatan ini, deteksi dini Alzheimer dapat dilakukan secara lebih luas, bahkan dari rumah, sehingga meningkatkan peluang penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Fakultas Teknik dan Departemen, yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Ke depan, tim “Kalo Kalah Salahin Satria” berharap dapat terus mengembangkan ide-ide inovatif lainnya dan kembali menorehkan prestasi di berbagai kompetisi. Mereka percaya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi bagi tantangan global, melalui karya yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdampak nyata.