Dalam mengatasi tantangan pengelolaan air tanah di daerah rawan bencana, sebuah proyek penelitian dilaksanakan di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari tesis mahasiswa Program Studi Magister Teknik Geologi, yang berfokus pada efektivitas sumur dangkal dalam menurunkan muka air tanah sebagai strategi mitigasi risiko likuifaksi. Penelitian ini berlangsung dari 4 Februari 2025 hingga 31 Desember 2025.
Ruang lingkup penelitian mencakup observasi geologi dan hidrogeologi, pengukuran lapangan, serta pengambilan sampel air tanah. Pengujian laboratorium akan dilakukan untuk menganalisis sampel yang dikumpulkan, diikuti dengan analisis data, penyusunan laporan, kolokium, dan ujian akhir. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi geologi dan hidrogeologi di wilayah tersebut, yang sangat penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan air tanah yang efektif.
Kegiatan lapangan melibatkan observasi langsung dan pengambilan sampel air tanah di lokasi penelitian. Pengujian laboratorium dilakukan di Laboratorium Keselamatan Lingkungan (Radiasi) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk analisis geokimia serta di Laboratorium Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk analisis isotop stabil. Pendekatan multifaset ini memastikan bahwa penelitian ini didasarkan pada data lapangan dan analisis ilmiah.
Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas sumur dangkal dalam menurunkan muka air tanah, sehingga mengurangi risiko likuifaksi di daerah rawan bencana di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Dengan memahami karakteristik geologi dan hidrogeologi, serta kualitas air tanah, studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengelolaan air tanah yang adaptif terhadap bencana.
Lebih jauh lagi, penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan pendidikan untuk keberlanjutan dan memastikan akses air bersih. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan tentang pentingnya konservasi air tanah, proyek ini berupaya menyoroti peran teknologi sederhana dalam pengurangan risiko kebencanaan.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan dan praktik pengelolaan air tanah di masa depan di wilayah tersebut. Sangat penting bagi otoritas lokal dan masyarakat untuk menyadari signifikansi pengelolaan air yang berkelanjutan, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana alam. Integrasi penelitian ilmiah dengan keterlibatan masyarakat akan mendorong budaya ketahanan dan kesiapsiagaan.
Sebagai kesimpulan, simulasi penurunan muka air tanah melalui sumur dangkal di Kota Palu dan Kabupaten Sigi merupakan pendekatan proaktif terhadap manajemen risiko bencana. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan wawasan berharga tentang dinamika air tanah tetapi juga menekankan pentingnya pendidikan dan keterlibatan masyarakat dalam mencapai praktik pengelolaan air yang berkelanjutan. (Ditulis : Moh Fahri Afandi; disunting : Kangpoer)