“Profesi kita adalah profesi yang setiap keputusannya berakibat nyata. Salah hitung bisa membahayakan manusia,” Gerry Utama menegaskan saat memberikan sambutan pada pelantikan profesi insinyur FT UGM, 14 Juli 2026, di Grha Sabha Pramana UGM.
“Pemilihan material yang buruk bisa memperpendek umur sebuah infrastruktur. Sistem yang dirancang tanpa memahami masyarakat bisa gagal digunakan,” lanjutnya.
Gerry Utama merupakan insinyur lulusan Program Profesi Insinyur FT UGM bidang Teknik Geologi. Fokus riset Gerry pada bidang geomorfologi, paleogeografi, dan perubahan iklim. Ia memulai pendidikan sarjana pada tahun 2011 di bidang Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Magister ditempuh tahun 2022 di Saint Petersburg State University di bidang Quaternary Paleogeography. Pada tahun 2024 berkesempatan bergabung dengan Arctic-Antarctic Research Institute (AARI) dan menjadi peneliti bidang geomorfologi di dalam 69th Russian Antarctic Expedition (RAE). Pada tahun 2025 melanjutkan studi Ph.D. di bidang geomorfologi dan paleogeografi di Saint Petersburg State University atas rekomendasi Pemerintah Rusia.
Melalui pendidikan profesi insinyur, Gerry hendak memperluas perspektifnya dari ranah penelitian menuju praktik keinsinyuran yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Pendidikan tentu saja melahirkan kompetensi. Namun bagi Gerry, kompetensi sebatas membuat seseorang mampu, sementara karakter membuat seseorang layak dipercaya.
“Seorang insinyur tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, kolaborasi lintas disiplin, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya.
Menurut Gerry, arah pembangunan ke depan menuntut tiga perpindahan. Pertama, berpindah dari bangsa yang kaya sumber daya menjadi bangsa yang mampu menciptakan nilai; kedua, berpindah dari proyek yang terpisah-pisah menuju sistem yang tangguh; dan ketiga, berpindah dari budaya mengejar kecepatan menuju budaya membangun kepercayaan.
Untuk mewujudkan perubahan tersebut, Gerry yakin sinergi antara sains, teknologi, dan praktik keinsinyuran merupakan fondasi penting untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, adaptasi perubahan iklim, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.
Gerry yang pernah menjadi ahli di _World Bank_ dan juga menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPIDK Amerop) periode 2025–2026 mendorong penguatan jejaring pelajar Indonesia, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat _engineering leadership_ dan sains untuk kemanusiaan, Gerry Utama berkomitmen menjembatani hasil penelitian menjadi solusi nyata bagi pengelolaan lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan.
Kebangkitan bangsa ini tidak akan datang dari satu proyek raksasa atau satu tokoh. Ia lahir dari ribuan keputusan kecil yang dibuat dengan benar setiap hari. Dari insinyur yang menolak mengurangi mutu. Dari peneliti yang jujur pada datanya. Dari pemimpin proyek yang lebih memikirkan masyarakat daripada reputasinya sendiri.
Di akhir sambutannya, Gerry kembali berpesan kepada para insinyur untuk menjaga integritas. “Jagalah integritas, karena satu kompromi kecil bisa melahirkan risiko yang sangat besar,” pesannya. (Sumber: Gerry Utama dan Pidato Sambutan Gerry Utama/Rev: Purwoko)
Video Sambutan: https://youtu.be/yBXo9NI1qEk?t=6374