
Yogyakarta, 14 Februari 2025 – Dalam pengelolaan sampah, rantai pasokan memiliki peran krusial, terutama saat terjadi situasi darurat sampah. Informasi mengenai ketersediaan offtaker pengelola sampah rumah tangga menjadi sangat penting. Sayangnya, di Provinsi DIY, belum ada basis data yang mencatat offtaker pengelola sampah. Oleh karena itu, pendataan terkait offtaker ini sangat diperlukan untuk mempercepat pembentukan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Provinsi DIY. Dengan adanya data yang lengkap, sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efisien dan efektif, sehingga masalah sampah yang ada dapat teratasi dengan lebih baik.
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemetaan dan Pengembangan Sistem Informasi Offtaker Sampah (Penerima, Pengolah, Pengumpul Sampah) Skala Rumah Tangga di Provinsi DIY”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung SGLC FT UGM.
FGD ini mengundang sekitar 50 perwakilan offtaker pengelolaan sampah skala rumah tangga dari berbagai wilayah di Provinsi DIY, termasuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunung Kidul. Para offtaker yang hadir merupakan bagian dari Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) dan kelompok sejenis lainnya di DIY.
Acara dibuka dengan pemaparan singkat dari Ibu Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., yang membahas mengenai kendala dan program terkait penyelesaian masalah sampah di Provinsi DIY. Dalam paparannya, beliau menekankan peran krusial offtaker dalam rantai pengolahan sampah. Oleh karena itu, pendataan yang komprehensif diperlukan untuk membangun sistem rantai yang transparan dan dapat diakses oleh publik.
Sesi selanjutnya diisi dengan pendataan bersama yang dipandu oleh Bapak Daniel Tanto. Para peserta yang hadir secara luring berpartisipasi aktif dalam proses pendataan ini. Bagi offtaker yang belum sempat hadir, mereka tetap dapat berkontribusi melalui pendataan mandiri secara daring melalui tautan ugm.id/pendataanofftaker.
Data yang terkumpul akan diolah dan dikelola dalam sebuah database yang mudah diakses melalui platform Google. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah akses informasi bagi berbagai pihak yang membutuhkan data terkait pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Kegiatan FGD ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah di Provinsi DIY. Dengan adanya sistem informasi yang terstruktur dan mudah diakses, diharapkan tercipta sinergi yang lebih baik antara berbagai pihak terkait, sehingga masalah sampah dapat ditangani secara lebih komprehensif dan berkelanjutan (Paulina Adina/Review: Mega).