Siapa sangka, peraih gelar Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik UGM 2026 memulai langkahnya dari manifesting? Orva Linnisa Husaina, mahasiswi Teknik Fisika angkatan 2023, sudah menanamkan mimpinya sebagai Mapres sejak semester satu lewat manifesting berbagai postingan dan pengalaman Mapres. Dari sana, mimpinya perlahan menjadi nyata.
Tentunya Orva tak berhenti pada manifesting, ia kemudian menyusun mimpinya menjadi rencana yang jelas. Ia membagi targetnya ke dalam setiap semester dan secara konsisten mengisinya dengan berbagai aktivitas, mulai dari mengikuti lomba hingga aktif dalam organisasi. Namun, rencana tersebut tidak selalu berjalan mulus.
“Aku mengalami banyak kegagalan. Pernah dari lima lomba, hanya satu yang menang, itu pun Best Presentation saja,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Kegagalan itu sempat membuatnya ragu. Ia mempertanyakan usahanya sendiri dan bertanya apakah semua yang telah ia lakukan akan membuahkan hasil. Di titik tersebut, Orva tidak langsung melanjutkan langkahnya. Ia memilih untuk mundur sejenak, memberi ruang bagi dirinya untuk menenangkan pikiran, sebelum kembali mencoba.
Bagi Orva, keberanian tidak selalu berarti tidak merasa lelah. Keberanian justru terlihat dari kemampuan untuk tetap melangkah, meski dihadapkan pada rasa lelah dan keraguan.
“Yang penting harus terus mencoba dan berprogres,” jelasnya.
Perjalanan menuju Mapres juga memberi Orva pemahaman bahwa prestasi tidak semata diukur dari kemenangan dalam lomba. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari keterlibatan organisasi di tingkat nasional maupun internasional, pengalaman sebagai juri atau pembicara, pengalaman yang mendapatkan pendanaan, publikasi karya ilmiah, kegiatan volunteer, hingga pengalaman dalam dunia usaha yang memiliki legalitas. Seluruh aspek tersebut menuntut konsistensi serta kualitas yang berkelanjutan.
Di tengah berbagai aktivitas yang dijalani, Orva menyadari pentingnya pengelolaan waktu dan energi. Ia terbiasa menyusun daftar pekerjaan serta memanfaatkan berbagai tools seperti spreadsheet untuk menjaga produktivitas. Namun, ia juga menegaskan bahwa menjaga kondisi fisik dan mental merupakan hal yang tidak kalah penting.
“Kalau capek, ya istirahat. Jangan mengabaikan sinyal dari tubuh,” katanya.
Selain itu, Orva memiliki cara sendiri untuk menjaga semangatnya tetap stabil. Ia berusaha menikmati setiap proses yang dijalani dan hadir sepenuhnya dalam setiap momen sehingga aktivitas yang dilakukan tidak terasa sebagai beban.
“Excited, be present at the moment, supaya kegiatan yang dijalani tidak menjadi beban,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Orva juga menghadapi keraguan dari lingkungan sekitar. Namun, ia memilih untuk tetap bertahan. Kini, ia bersyukur pada dirinya di masa lalu yang tidak menyerah.
“Aku ingin menemukan happy ending dari perjuanganku. Aku ingin menceritakan keberhasilannya, bukan kegagalannya,” tutupnya.