Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), M. Ihsan Fadhlurahman, meraih Juara III dalam Energynovation Ideas Competition pada ajang Pertamina Goes To Campus (PGTC) 2026. Ia mengembangkan gagasan sistem optimasi pemboran secara real-time untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasi pemboran pada formasi bertemperatur tinggi, khususnya dalam pengembangan energi panas bumi.
Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) tersebut diikuti oleh 1.318 peserta dari 496 perguruan tinggi di Indonesia. Ihsan mempresentasikan karya berjudul “Real-Time Drilling Optimization for High-Temperature Formations through Integrated Thermo-Hydraulic, Thermo-Poroelastic, and Mechanical Specific Energy Analysis” di hadapan dewan penilai pada rangkaian Grand Final dan Awarding PGTC 2026, yang berlangsung pada 23 September 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, Ihsan dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Dwi Joko Suroso, S.T., M.Eng., IPP.
Karya tersebut berangkat dari tantangan operasi pemboran pada formasi bertemperatur tinggi, yang memerlukan pemantauan kondisi pemboran secara cermat untuk menjaga stabilitas sumur dan efisiensi operasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Ihsan mengembangkan konsep sistem optimasi pemboran yang mengintegrasikan tiga pendekatan berbasis fisika, yaitu Mechanical Specific Energy (MSE), termo-hidraulik, dan termo-poroelastisitas.
Pendekatan MSE digunakan untuk mengevaluasi efisiensi pemboran dan mengidentifikasi indikasi gangguan operasi (drilling dysfunction). Sementara itu, analisis termo-hidraulik digunakan untuk memantau kondisi termal dan hidraulik selama sirkulasi fluida pemboran. Adapun pendekatan termo-poroelastisitas digunakan untuk mengevaluasi perubahan tekanan dan stabilitas formasi akibat proses pendinginan serta sirkulasi fluida.
Ketiga pendekatan tersebut diintegrasikan ke dalam real-time advisory engine, yaitu sistem yang dirancang untuk mengolah data operasi menjadi informasi mengenai kondisi pemboran dan rekomendasi operasional. Dengan pendekatan ini, sistem diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi gangguan pemboran, menjaga stabilitas lubang sumur (wellbore stability), memitigasi risiko kehilangan sirkulasi fluida (loss circulation), serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasi.
Gagasan tersebut turut dipresentasikan di hadapan sejumlah pimpinan di bidang pendidikan tinggi dan industri energi, di antaranya Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Inge Sondaryani, Komisaris Independen PT Pertamina (Persero); Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero); serta Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Melalui karya ini, Ihsan berharap pengembangan teknologi drilling intelligence berbasis integrasi data dan pemodelan fisika dapat mendukung operasi pemboran yang lebih aman, efisien, dan adaptif. Ke depan, pendekatan tersebut diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya untuk pemboran panas bumi, tetapi juga untuk operasi pemboran lain yang menghadapi kondisi formasi kompleks dan temperatur tinggi.
Prestasi ini menunjukkan potensi penerapan ilmu Teknik Fisika dalam menjawab tantangan industri energi melalui integrasi prinsip fisika, pemodelan komputasi, dan rekayasa. Pengembangan solusi berbasis pendekatan multidisiplin diharapkan dapat membuka peluang inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pengembangan energi berkelanjutan.