Tim “Selokan Mataram” yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Geothermal Development Plan Competition (GDPC) pada rangkaian Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026. Prestasi ini diraih melalui karya tulis berjudul “Feasibility Study: Patuha Geothermal Field Development.”
Kompetisi bergengsi tingkat internasional ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh SPE ITB SC, IATMI SM ITB, dan HMTM “PATRA” ITB, serta berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). IPFEST 2026 menjadi wadah bertemunya berbagai gagasan inovatif mahasiswa dari institusi terkemuka dalam menjawab tantangan masa depan industri energi.
Pada babak final, Tim Selokan Mataram tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bertukar wawasan dengan tim-tim terbaik. Tim ini beranggotakan Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin 2023), Abdi Yuridan Arsya (Teknik Mesin 2023), Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi 2023), dan Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi 2024). Mereka mengusung perencanaan strategis pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha dengan menekankan proses decision making yang sistematis dari hulu ke hilir, terutama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi bawah permukaan.
Pendekatan yang diusung tim turut diuji langsung oleh dewan juri yang merupakan praktisi industri energi, di antaranya perwakilan dari INPEX Geothermal, Chevron, PT Geo Dipa Energi, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Kesempatan berdiskusi dan memperoleh umpan balik langsung dari para ahli ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi tim.
Proses perancangan diawali dengan analisis terpadu data geologi, geokimia, dan geofisika untuk membangun model konseptual sebagai dasar pengembangan lapangan panas bumi. Dari model ini, tim kemudian mengevaluasi potensi sumber daya menggunakan pendekatan probabilistik guna memperkirakan cadangan sekaligus memetakan risiko sebelum tahap pengeboran.
Memasuki aspek operasional, tim merancang Drilling Strategy for Exploration and Delineation yang mencakup penentuan target sumur secara presisi, perancangan general casing schematic, serta identifikasi potensi risiko pengeboran sejak tahap awal. Strategi ini menjadi pijakan utama dalam penyusunan Field Development Strategy yang dirancang secara bertahap (phased development), sehingga lebih efektif dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tim juga mengintegrasikan pertimbangan lingkungan, sosial, dan keselamatan kerja untuk memastikan proyek berjalan secara bertanggung jawab. Seluruh rancangan tersebut kemudian diuji melalui analisis ekonomi guna memastikan bahwa setiap rekomendasi teknis tetap layak secara investasi.
Melalui proses ini, tim semakin menyadari peran strategis energi panas bumi sebagai sumber energi baseload dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target Net Zero Emission Indonesia. Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini menjadi ruang pembelajaran berharga yang memperkuat pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan transisi energi.
