Tim DUABELAS F3 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Juara III (2nd Runner Up) dalam Case Study Competition Biolegacy 2026 melalui gagasan inovasi bertajuk “CornCycle Hub: An Integrated Biochar-Fertilizer and Biogas System from Corn Harvest Residue for Regenerative Agriculture in Grobogan Regency.” Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Society of Biological Engineers Universitas Indonesia Student Chapter (SBE UI SC) pada 19 September 2026 di Universitas Indonesia.
Tim DUABELAS F3 terdiri atas Riski Adam dari Program Studi Teknik Mesin, Naila Kirana Brata dari Program Studi Kimia, dan Ghaniya Az-Zahra Fatma dari Program Studi Pembangunan Wilayah. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2025 yang berkolaborasi mengembangkan solusi pengelolaan limbah pascapanen jagung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
CornCycle Hub dirancang sebagai sistem pengolahan residu pertanian yang mengintegrasikan produksi biochar, pupuk hayati, dan biogas. Gagasan ini menggunakan pendekatan waste valorization, yaitu meningkatkan nilai guna limbah dengan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat. Melalui sistem tersebut, residu jagung tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang berpotensi mendukung pertanian regeneratif.
Dalam rancangan CornCycle Hub, tongkol jagung diolah menjadi biochar melalui proses slow pyrolysis. Sementara itu, batang, daun, dan kulit jagung diproses melalui anaerobic co-digestion bersama kotoran ternak untuk menghasilkan biogas dan digestate yang kaya nutrisi. Digestate kemudian dipadukan dengan biochar yang berfungsi sebagai pembawa mikroorganisme (microbial carrier) untuk menghasilkan pupuk hayati.
Keunggulan CornCycle Hub terletak pada integrasi pengelolaan limbah pertanian, produksi energi, dan pemulihan nutrisi dalam satu sistem sirkular (closed-loop). Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian. Selain itu, sistem ini dirancang secara modular dengan model pengelolaan berbasis koperasi agar dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dari sisi ekonomi, kajian yang dilakukan tim memperkirakan kebutuhan investasi sebesar Rp676 juta, dengan arus kas bersih (net cash flow) sekitar Rp185,06 juta per tahun dan periode pengembalian investasi (payback period) sekitar 3,7 tahun. Estimasi tersebut menjadi bagian dari kajian kelayakan rancangan CornCycle Hub dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui pencapaian ini, tim DUABELAS F3 berharap CornCycle Hub dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif solusi pengelolaan limbah pertanian yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan perekonomian. Tim juga berharap gagasan tersebut dapat mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi yang menjawab permasalahan nyata secara berkelanjutan.