Yogyakarta merupakan daerah yang terkenal dengan kebudayaan, menjadikannya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Setiap kebudayaan dan kepercayaan memiliki syarat dan filosofi yang dipegang teguh oleh penganutnya. Salah satu kebudayaan yang terkenal dan telah ditetapkan menjadi warisan UNESCO adalah Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Sumbu Filosofi Yogyakarta merupakan garis imajiner yang membentang dari sisi selatan hingga utara Yogyakarta dengan diwakili oleh Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton, Panggung Krapyak, dan Laut Selatan. Secara umum, Sumbu Filosofi Yogyakarta menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sumbu FIlosofi Yogyakarta diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2023 karena nilai budaya dan filosofi yang unik dalam tata ruang tradisional.
Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan TU Wien (Vienna University of Technology) Austria dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengadakan pameran bertajuk “Sumbu Filosofi Yogyakarta dan Penanda Sejarahnya”, Perpaduan Budaya Menuju Indonesia: Melihat Pusaka Dunia Melalui Sudut Pandang yang Berbeda. Pameran diadakan di Lobi Timur Stasiun Tugu pada tanggal 18–19 April 2026 dengan didukung oleh PT. KAI Daop 6 Yogyakarta, UPT Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF), Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) DIY, serta UGM-UNESCO Chair in Heritage Cities Conservation & Management. Pameran ini sekaligus bertujuan untuk merayakan Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) yang jatuh pada 18 April 2026. Peringatan Hari Pusaka ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di berbagai belahan bumi tentang keragaman pusaka budaya dan upaya yang diperlukan untuk melindunginya. (Humas FT: Haniifah Multivana)
Sumber: Press Release Pembukaan Pembukaan Pameran