Kemajuan teknologi mengantarkan kita kepada kemudahan mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia. Pencarian mengenai ilmu pengetahuan hingga hiburan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Caranyapun dibuat simple, kita hanya perlu mengetik apa yang ada dipikiran kita dan boom jawaban dapat langsung muncul sesuai apa yang kita harapkan.
Kecerdasan itulah yang dikembangkan oleh Hidjrika Aura Adkhy (Giga) dengan menggabungkan IT dengan ilmu psikologi. Keresahan tentang adanya jarak antara konselor dan klien menginspirasi Giga untuk membuat jembatan penghubung menggunakan kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal degan AI. Giga mengkhususkan AI ini dapat membantu mahasiswa UGM untuk dapat mengakses layanan psikologi dengan mudah dan jelas. Ia mengaku, layanan UGM AI Care yang diberi nama Aika ini dapat memberikan pertolongan pertama mahasiswa ketika merasa butuh bantuan dan terpuruk. Melalui Aika, klien dapat menjawab pertanyaan AI yang berfungsi juga sebagai skrining awal yang nantinya akan menjadi output hasil yang dianalisis oleh konselor.
Giga mengkategorikan hasil dari Aika menjadi 4 golongan, yaitu rendah, menengah, tinggi, dan kritis. Aika akan memberikan penanganan untuk golongan rendah dan menengah dengan memberikan saran dan cara agar klien menjadi tenang dan lebih stabil. Di sisi lain, untuk kategori tinggi dan kritis maka Aika akan langsung menghubungkan klien dengan konselor untuk berkonsultasi secara langsung. Giga menyadari betul bahwa manusia tidak dapat menggantikan interaksi secara langsung antara klien dengan konselor. Aika hanya menjembatani dan membantu menentukan jadwal agar interaksi dapat terjadi secara langsung dan penanganan dari konselor menjadi lebih efektif.
Giga mengaku mengalami banyak kendala baik teknis dan non teknis. Aika sebagai bagian dari tugasnya untuk menuntaskan perkuliahan di prodi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM tentu membutuhkan waktu yang panjang dalam proses pengerjaan dan penyempurnaannya. Giga membuat sistem dan bekerja sama dengan dosen Fakultas Psikologi untuk menciptakan AI agar output yang didapatkan sesuai sehingga memudahkan konselor dalam memberikan penanganan.
Giga mencoba peruntungannya dengan mengikutkan Aika ke perlombaan internasional “Edu Chain Hackhaton: Semester 3” pada tahun 2025 dan berhasil membawa pulang kemenangan dengan menempati posisi pertama. Sampai saat ini, Aika masih terus dikembangkan untuk menjadi lebih menampung cerita dan menolong mahasiswa yang sedang terpuruk agar dapat bangkit dan mendapatkan pertolongan yang tepat. “Perlu dukungan baik secara riil dan materiil untuk dapat mengembangkan Aika menjadi kecerdasan buatan yang lebih baik dan mampu bermanfaat untuk banyak orang” ucap Giga.
Besar harapan untuk dapat mengimplementasikan Aika di lingkup Universitas Gadjah Mada dan menjadi perpanjangan tangan konselor dari GMC dengan klien yang membutuhkan. Seiring dengan program yang akan terus diperbarui, Giga menargetkan bahwa Aika dapat mulai diakses oleh umum pada akhir tahun 2026.
(Humas FT: Haniifah Multivana)