Dr.Eng. Ir. Laretna Trisnantari Sulaiman, M.Arch., Dosen FT UGM, mewakili UGM–UNESCO Chair in Heritage, Resilience, and Sustainable Development, menghadiri dan menjadi pembicara pada dua konferensi internasional berbeda yang diselenggarakan di Taipei, Taiwan, pada 29 dan 31 Oktober 2025.
Pada 29 Oktober 2025, Dr. Sita menjadi pembicara dalam forum akademik yang diselenggarakan di Taiwan Heritage Society. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan presentasi berjudul “The Cosmological Axis of Yogyakarta & It’s Historic Landmarks” di hadapan para peneliti dan akademisi dari berbagai universitas terkemuka di Taiwan. Paparan tersebut menyoroti nilai kosmologis sumbu Yogyakarta dan kawasan penanda sejarahnya, serta pentingnya pelestarian warisan budaya berbasis nilai filosofis dan tata ruang historis.
Selanjutnya, pada 31 Oktober 2025, Dr. Sita kembali menjadi pembicara dalam Taipei Conference yang mengangkat tema “Guarding Hometown – Learning Across Domain”. Dalam forum tersebut, Dr. Sita menyampaikan materi bertajuk “Conservation of Cultural Ecology on Yogyakarta Special Province”, yang memaparkan upaya pelestarian ekologi budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta serta praktik pelestarian berbasis masyarakat yang telah berjalan secara berkelanjutan. Kehadiran UGM-UNESCO Chair di platform internasional ini memperkuat peran Indonesia dalam jejaring global pelestarian warisan budaya.
Di sela konferensi, dibahas pula rencana kerja sama dengan Rektor University of Kaohsiung, yang juga merupakan seorang arsitek dengan fokus pada pelestarian. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong pengembangan program bersama terkait pelestarian warisan budaya, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.
Partisipasi UGM dalam kedua konferensi internasional ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam upaya pelestarian dan pengembangan kota pusaka di tingkat regional dan global.
Penulis: Radaeva Errisya