Tim Narantaka dari Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kibo Robot Programming Challenge (Kibo-RPC) 2026, sebuah kompetisi pemrograman robot tingkat internasional. Dalam kompetisi tersebut, Tim Narantaka berhasil meraih peringkat 5 pada kategori ISS Run (Main Event) serta Juara 3 pada kategori Simulation Run (Side Event).
Kibo-RPC merupakan kompetisi internasional yang menantang pelajar dan mahasiswa untuk mengendalikan robot terbang Astrobee yang beroperasi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Kompetisi ini diselenggarakan pada 28 Februari 2026 oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) bekerja sama dengan NASA.
Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh 738 tim pendaftar dari 13 negara dan wilayah partisipan. Di Indonesia, kompetisi ini difasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penyelenggara tingkat nasional.
Sebelum melaju ke tingkat internasional, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat nasional. Tim Narantaka GMAT yang beranggotakan Muflikhul Ammar, Poliakarpus Arya Pradhanika, Rahmat Nur Panghegar, Zufar Syaafi’, Nadya Fatika Sari, dan Mu’ammar Ihza Syadi berhasil meraih Juara 1 pada tingkat nasional sehingga berhak mewakili Indonesia pada babak final internasional.
“Kami merasa sangat bangga bahwa Tim Narantaka GMAT dapat mewakili Indonesia pada Final 6th KIBO-RPC. Bersaing dengan perwakilan tim dari 13 negara dan berhasil meraih peringkat 5 pada ISS Run serta Juara 3 pada Simulation Run merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami,” ujar Arya, salah satu anggota tim.
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi momen penting bagi perjalanan komunitas GMAT UGM, terutama setelah perjuangan tim pada 5th KIBO-RPC tahun sebelumnya yang sempat terhenti di babak preliminary.
“Pencapaian ini bukan sekadar piala. Ini adalah gerbang bagi kami untuk melangkah ke panggung dunia dan bertukar ilmu dengan rekan-rekan hebat dari berbagai belahan dunia. Kami berharap estafet prestasi ini terus berlanjut dan Tim Narantaka GMAT UGM dapat terbang lebih tinggi lagi di masa depan,” tambahnya.
Pencapaian Tim Narantaka GMAT UGM diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas dan Indonesia, tetapi juga menjadi wadah transfer ilmu pengetahuan, khususnya di bidang robotika, pemrograman, dan teknologi antariksa. Melalui prestasi ini, fakultas berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi masa depan di tingkat global.
Tim Narantaka GMAT UGM:
1. Muflikhul Ammar (Elektronika dan Instrumentasi, 2022)
2. Polikarpus Arya Pradhanika (Teknologi Informasi, 2023)
3. Rahmat Nur Panghegar (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, 2023)
4. Muhammad Zufar Syaafi’ (Teknologi Informasi, 2023)
5. Nadya Fatika Sari (Teknik Industri, 2022)
6. Mu’ammar Ihza Syadi (Teknik Nuklir, 2023)

