Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) meluncurkan program baru bertajuk “Fakultas Teknik Mencerahkan Bangsa dengan Buku” sebagai upaya strategis untuk memperkuat produktivitas akademik dosen. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 2 Februari 2025 di Meeting Room 1, Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) FT UGM, serta dihadiri oleh dosen dari delapan departemen di lingkungan fakultas.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FT UGM, Prof. Selo, menegaskan komitmen fakultas dalam mendorong peningkatan jumlah dan kualitas buku akademik yang dihasilkan oleh para dosen. “Pemilihan buku sebagai fokus utama dilatarbelakangi oleh potensi besar FT UGM yang memiliki sekitar 79 Guru Besar,” ujar Prof. Selo membuka acara (2/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber internal yang telah berpengalaman dalam menerbitkan buku, yaitu Prof. Arief Budiman dan Prof. Andang Widi Harto, serta narasumber eksternal dari UGM Press, Dr. I Wayan Mustika.
Dalam paparannya, Prof. Arief menekankan pentingnya motivasi dalam menulis, baik sebagai bentuk dedikasi berbagi ilmu maupun pemenuhan kewajiban akademik dosen. Kunci kedua dalam menulis buku adalah komitmen meluangkan waktu dan membentuk tim penulis agar proses penyusunan buku lebih terarah. Ia juga membagikan tips penulisan buku akademik, mulai dari pemilihan tema sesuai bidang keilmuan, penyusunan kerangka berbasis praktik atau riset, pengumpulan referensi relevan, penulisan sitasi untuk menghindari plagiarisme, hingga penetapan timeline, proofreading, dan penyuntingan. Selain itu, Prof Arief juga menekankan pentingnya etika akademik, seperti larangan menulis tanpa kontribusi intelektual, memalsukan data, atau membuat analisis yang tidak dipahami penulis.
Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Andang Widi Harto memaknai buku sebagai bentuk dokumentasi dan preservasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, buku memiliki peran strategis agar ilmu yang dihasilkan para akademisi dapat diwariskan serta dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Dari sisi penerbitan, Dr. I Wayan Mustika menjelaskan secara rinci alur penerbitan buku di UGM Press. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan di UGM Press dilakukan dari awal hingga akhir tanpa dipungut biaya. Dalam pemaparannya, Dr. Wayan juga menguraikan tata cara pengajuan ISBN serta peran UGM Press sebagai penerbit akademik.
Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyoroti tingginya pembajakan buku di marketplace daring. Menanggapi hal tersebut, Dr. Wayan menekankan pentingnya pengelolaan hak cipta serta pembaruan tampilan buku seperti penggantian sampul.
Menutup kegiatan, Prof. Selo kembali mengajak seluruh dosen untuk aktif berkarya melalui buku. “Mari kita cerahkan bangsa ini dengan buku karya kita, Fakultas Teknik,” tutupnya siang itu. (Humas FT: Radaeva)