Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam industri konstruksi yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran pekerja hingga keterbatasan sistem monitoring yang terintegrasi. Menjawab tantangan tersebut, tim JBT Construction menghadirkan sebuah inovasi berbasis teknologi melalui ajang ITB Civil Engineering Expo (ICEE) 2026, yang diselenggarakan oleh HMS ITB pada 13–15 Februari 2026 di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Tim yang terdiri dari Muhammad Janu Rahmansyah, Muhammad Farras Mahastrayuga, dan Rahma Putri Adilla (Teknik Sipil 2022) di bawah bimbingan Tantri Nastiti Handayani, M.Eng., Ph.D., berhasil meraih Juara 2 Civil Engineering Tender Competition (CETC) dari total 66 tim peserta tingkat nasional. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai tim unggulan dari perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti ITS, UNS, dan UNDIP, menjadikannya sebagai ajang yang kompetitif dan bergengsi.
Dalam kompetisi tersebut, tim JBT Construction mengusung karya berjudul “Penerapan Digital Twin dalam Identifikasi, Dukungan, dan Pengendalian Bahaya Pekerjaan Konstruksi untuk Mendukung Digitalisasi K3 Terintegrasi Cloud Data Environment.” Karya ini berfokus pada pemanfaatan teknologi Digital Twin sebagai solusi untuk meningkatkan sistem K3 yang lebih proaktif, terintegrasi, dan berbasis data.
Sebagai inti dari inovasi, tim mengembangkan konsep SAVER (Safety Awareness, Visualization, Emergency, & Responses). Konsep ini dirancang tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan K3 di lapangan, tetapi juga untuk membangun kesadaran pekerja terhadap risiko pekerjaan konstruksi secara menyeluruh. Melalui pendekatan ini, berbagai fitur dikembangkan untuk saling melengkapi dalam meminimalisasi potensi kecelakaan kerja.
Salah satu fitur utama adalah BIM Safety-4D, yang memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu identifikasi bahaya secara visual dan prediktif. Dengan pendekatan ini, potensi risiko dapat dianalisis sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi. Selain itu, fitur Smart Site IoT memungkinkan pemantauan kondisi lapangan secara real-time melalui sensor yang terintegrasi, sehingga respons terhadap potensi bahaya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Tidak hanya itu, tim juga mengembangkan fitur Intelligence Manpower, yang berfokus pada peningkatan kesiapan pekerja melalui simulasi berbasis VR. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk muscle memory pekerja dalam menghadapi kondisi darurat, sehingga respons yang dihasilkan menjadi lebih cepat dan efektif di lapangan.
Lebih lanjut, konsep SAVER juga dikembangkan untuk mendukung pengelolaan proyekonstruksi secara keseluruhan. Melalui fitur SAVER Monitoring, progres proyek dapat dipantau secara terintegrasi. Fitur SAVER Materials membantu dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan terkait ketersediaan material, sementara SAVER Information memungkinkan perbandingan antara perencanaan dan realisasi jadwal proyek secara akurat. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan aspek keselamatan, tetapi juga efisiensi dan kualitas manajemen proyek..
Ke depan, tim berharap akan semakin banyak kompetisi serupa yang mendukung pengembangan ilmu tender dan manajemen konstruksi di Indonesia. Selain itu, kolaborasi dengan pihak industri juga diharapkan dapat ditingkatkan, khususnya dalam penyediaan studi kasus nyata dan implementasi inovasi teknologi, sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung di lapangan.