“Kulon Progo ini ibarat sebuah kanvas kosong yang siap diwarnai. Kami sangat terbuka bagi para pakar dari Fakultas Teknik UGM untuk menghadirkan inovasi apa pun yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan
Pernyataan tersebut mengawali pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) di Kantor Bupati Kulon Progo pada Kamis (25/09). Pertemuan ini berlangsung hangat, terlebih karena Agung yang kini menjabat sebagai bupati merupakan alumni Teknik Geodesi UGM Angkatan 1988. Maka dari itu, pertemuan tersebut terasa lebih hangat dengan sesekali mengenang Departemen Teknik Geodesi FT UGM.
Rombongan FT UGM yang dipimpin oleh Dekan FT UGM, yaitu. Prof. Selo dengan didampingi oleh Prof. Herianto, Prof. Trias Aditya KM, Prof. Leni Sophia Heliani, Prof. Nurrohmat Widjajanti, Dr. Heri Sutanta, Dr. Bambang Kun Cahyono, dan Dr. Jimly Al Farabi.
Dalam sambutannya, Agung menekankan pentingnya memanfaatkan momentum pembangunan, terutama dengan hadirnya Yogyakarta International Airport (YIA) yang mendatangkan arus wisatawan baru. Terlebih, Kulon Progo memiliki potensi pariwisata yang lengkap—dari dataran tinggi hingga pesisir—serta keberadaan Waduk Sermo sebagai satu-satunya waduk di Yogyakarta. Ia juga menyoroti semakin banyaknya ekspansi universitas ke Kulon Progo yang akan menjadi katalis pertumbuhan daerah.
Selain itu, FT UGM menawarkan kontribusi konkret dalam tata kelola pemerintahan, misalnya melalui pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung perencanaan tata ruang dan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data lokasi rumah warga. Sebelumnya, kerja sama juga telah terjalin erat melalui 49 program pengabdian masyarakat di Kulon Progo, termasuk beberapa desa binaan, serta 18 penelitian dalam lima tahun terakhir. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat diperluas tidak hanya pada desa binaan yang sudah ada, tetapi juga ke desa-desa lain di Kulon Progo.
Agung menegaskan komitmennya untuk memberikan kepastian hukum bagi setiap inisiatif yang lahir dari kolaborasi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif serta mengoptimalkan potensi Kulon Progo menuju pembangunan berkelanjutan. (Humas FT: Taufik Rosyidi)