Tidak ada kata cukup untuk terus belajar tentang hal-hal yang baru di hidup kita. Dalam rangka membekali calon wisudawan, Fakultas Teknik mengundang alumni sukses untuk membagikan pengalaman mereka dalam KATGAMA TALK #7 pada Senin, 9 Februari 2026. Bertajuk “Insinyur Ahli Urus Balapan Motor dan Kuda: Merajut Kompetensi, Integritas, dan Adaptasi,” materi disampaikan oleh Samsul Purba, S.T. sebagai Direktur Sarga.co dengan moderator acara Ir. Dandung Sri Harninto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral KATGAMA.
Kegiatan dimulai pukul 9.00 WIB di auditorium gedung SGLC dengan membacakan doa serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Teknik Prof. Selo yang berisi motivasi kepada calon wisudawan untuk tetap semangat untuk menjalani kehidupan setelah lulus dari FT UGM. “Setiap tantangan memiliki kekurangan dan kelebihan, semangat berjuang diperlukan untuk dapat sukses berkarir” ujar Prof. Selo.
Profil Samsul Purba menjadi inspirasi karena berhasil membobol banyak perusahaan besar karena kegigihannya dalam bekerja. Memulai karir dengan bergabung dalam proyek pembangunan jembatan cable stay Batam-Tonton bersama PT Hutama Karya lalu berpindah ke PT Wijaya Karya. Kiprahnya dalam dunia konstruksi berlanjut dengan berpindahnya Beliau ke PT Waskita Karya yang menggagas berdirinya PT Waskita Tol Road. Samsul mengakhiri karirnya di BUMN dengan menjadi bagian dari Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) dan ditugaskan di PT MGPA Nusantara Jaya yang membangun Sirkuit Mandalika di Lombok. Memasuki usia pensiun, Samsul Purba banting stir dan memulai karirnya di PT Kuda Pacu Indonedia (Sarga.co) sebagai Direktur Operasi.
Berpindah-pindah perusahaan merupakan cara Samsul untuk dapat terus mengembangkan diri menjadi lebih baik. Samsul mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki rencana karir sesuai dengan karakteristik masing-masing. Beliau memberi contoh rencana karirnya adalah untuk menjadi karyawan maksimal 2 tahun, jika lebih dari itu maka Beliau tidak cocok dengan tempat kerja tersebut. Bila ada kesempatan yang lebih baik maka berpindah akan menjadi pilihan yang tepat. “Tinggalkan apa yang mengganggu dan kejar peluang yang membuat kita bisa maju. Tetapi, kita harus memiliki rencana cadangan dengan selalu menyiapkan tabungan jika terjadi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Pengalaman bekerja di berbagai tempat membentuk karakter Samsul Purba menjadi kuat dan tahan banting. Tekad yang menjadi fondasi dalam bekerja menjadikan Samsul cuek terhadap perkataan orang lain, berani nekat untuk mencoba hal baru, serta tidak mudah baper dan minder. Branding tersebut merupakan tujuan Samsul untuk mencapai Key Performance Indicator (KPI) untuk mendapatkan hasil yang maksimal di setiap pekerjaan. Berkomunikasi secara baik juga menjadi kunci sukses dalam bekerja. Keberanian menyampaikan capaian kita dengan baik dan apa adanya membuat atasan menjadi respect kepada kita. Kesan baik harus ditinggalkan ketika kita ingin berpindah perusahaan agar tetap mendapat rekomendasi dan terus berkembang menjadi lebih baik di perusahaan lain.
Banyak tantangan yang dihadapi Samsul selama bekerja. Kurangnya teknologi pada zaman tersebut, mendorong Beliau untuk terus belajar dan dapat mengimbangi perkembangan zaman. Tak hanya di dunia keteknikan, Samsul meluaskan jangakauannya dengan belajar finansial agar menjadi nilai plus dibandingkan orang lain. Menjadi unggul membuat kita terlihat dan membuktikan kita punya kompetisi yang patut dipertimbangkan. Dalam dunia pacu kuda, tentu banyak hal yang masi perlu dipelajari dan Beliau siap menerima tantangan dalam dunia yang baru.
Topik menjadi bergulir seru hingga tak terasa telah berada di penghujung acara. Kuis diberikan melalui Kahoot!, peserta mengerjakan dengan serius hingga 3 juara dipilih ke depan untuk menerima hadiah. Acara ditutup dengan foto bersama oleh seluruh hadirin. (Humas FT)