Usia bukan menjadi penghalang bagi Agus Purwadi untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya. Pada usia 68 tahun 11 bulan 22 hari, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Teknik Fisika di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Capaian tersebut menjadikannya wisudawan tertua pada program pascasarjana FT UGM.
Keputusan Agus untuk melanjutkan pendidikan magister berangkat dari kebutuhan pengembangan riset di tempatnya bekerja. Bidang percepatan elektron yang ditekuninya menuntut penguasaan ilmu dan kompetensi yang terus berkembang. Melalui pendidikan pascasarjana, ia berharap dapat memperdalam pengetahuan sekaligus menunjang pelaksanaan program riset di lingkungan kerjanya.
Selama menjalani perkuliahan, Agus menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya dalam mempelajari berbagai program perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran dan penelitian. Namun, keterbatasan tersebut tidak membuatnya berhenti belajar. Ia berupaya menguasai perangkat lunak secara mandiri serta aktif berdiskusi dan bertanya kepada rekan-rekan yang telah lebih dahulu menyelesaikan studi.
Baginya, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus menambah wawasan dan menyelesaikan penelitian di bidang percepatan elektron. Keinginan untuk menuntaskan pendidikan juga menjadi salah satu dorongan yang membuatnya tetap bersemangat menjalani setiap tahapan perkuliahan.
Pengalaman Agus menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk belajar tidak terbatas pada usia maupun jenjang pendidikan tertentu. Ia berharap generasi muda dapat terus menjaga semangat dalam menempuh pendidikan, baik pada jenjang sarjana, magister, maupun doktor.
Agus secara khusus mendorong generasi muda yang masih memiliki kesempatan dan waktu untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral. Menurutnya, semakin tinggi kompetensi yang dimiliki generasi muda, semakin besar pula peluang mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset, termasuk melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Perjalanan Agus Purwadi menyelesaikan pendidikan magister pada usia hampir 69 tahun menunjukkan bahwa proses belajar merupakan perjalanan yang tidak harus berhenti pada usia tertentu. Semangat untuk terus mengembangkan diri dan menjawab kebutuhan keilmuan menjadi bekal untuk tetap bertumbuh, baik dalam dunia akademik maupun profesional.