Artificial Intelligence (AI) menciptakan banyak perubahan di kehidupan kita, seperti bagaimana kiita berevolusi dan berinterikasi dengan sesama. Setiap menusia memiliki kepekaan, gaya bicara, keterampilan, pengetahuan dan perilaku yang unik sehingga manusia menjadi berbeda anatara satu dengan lainnya. Lantas, bagaimana generatif AI bisa membantu seseorang bisa mendokumentasikan diri dan memahami lebih dalam mengenai siapa dirinya?
DiSIAI atau Digital Sibling AI Framework merupakan kerangka kerja kecerdasan buatan yang bertugas mereplikasi bagaimana kita berbicara, menulis teks, dan bagaimana visual kita saat kota berbicara. DiSIAI mereplikasi hal tersebut dan menghadirkan konsep digital twin atau digital sibling yang seperti sifat dan karakteristik kita.
DiSIAI dimulai dengan observasi diri melalui persona, setiap persona memiliki keunikan menjawab dan berinteraksi dengan sesama. Setelah persona ditambahkan, kita dapat menjalin relasi untuk menentukan dengan siapa kita berbicara serta menambahkan pengetahuan atau knowledge yang berupa diary. DiSIAI memiliki kemampuan untuk mining data atau pemanggilan data dari berbagai sosial media. Setelah semua telah berhasul ter-setting, kita dapat memulai percakapan dengan AI sesuai dengan gaya yang biasa kita gunakan. Tak hanya itu, DiSIAI juga dapat melakukan voice cloning sehingga suara yang keluar dari AI dapat mengeluarkan suara yang umum kita katakan. Pada level yang lebih lanjut, DiSIAI framework dapat menampilkan visual layaknya vidio animasi yang menampilkan diri kita.
DiSIAI bertujuan untuk mereplikasi pengetahuan seseorang yang khas dan unik sehingga dapat mentransfer ilmu dengan lebih mudah. Tak hanya itu, DiSIAI juga dapat digunakan untuk diorama yang memberikan cerita yang lebih interaktif. Terakhir, DiSIAI dapat menjadi memoriaal services yang digunakan untuk mengenang orang yang telah berpulang, sehingga kita dapat berinteraksi selayaknya mereka masih hidup. (Humas FT: Haniifah Multivana)
Sumber: 3 Minutes Talk https://www.youtube.com/watch?v=-3nDB8DLTRc&t=1s