FT-UGM. Kabar keren datang lagi dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada! Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) UGM berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 2 pada ajang Informatics Competition and Innovation Lab (ICONLAB) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Tim yang terdiri dari Hammam Abdullah, Kevin Kurniawan Cahyadi, dan Ahdania Aurora sukses menunjukkan bahwa inovasi dan teknologi bisa menjadi solusi nyata untuk permasalahan kesehatan di Indonesia. Lewat cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), mereka membawa sebuah gagasan yang unik sekaligus berdampak besar bagi masyarakat.
Mengusung karya berjudul “Integrasi Biosensor SERS Berbasis Biomarker Saliva (IGF-1 & Ghrelin) sebagai Sistem Deteksi Dini Stunting Noninvasif di Era Society 5.0”, tim DTETI UGM menawarkan teknologi yang memungkinkan deteksi dini stunting melalui sampel air liur. Dengan pendekatan yang lebih nyaman dan minim risiko dibanding metode konvensional, inovasi ini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan stunting sejak tahap awal.
Perjalanan mereka mencapai podium tentu tidak instan. Setelah melewati berbagai tahap seleksi dan penilaian, tim akhirnya melaju hingga babak Grand Final yang diselenggarakan secara luring di kampus UNNES pada 23 Mei 2026. Di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mereka mempresentasikan ide sekaligus potensi implementasi teknologi yang dikembangkan.
Tak hanya berisi kompetisi, ICONLAB 2026 juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah workshop “Artificial Intelligent Engineering and Technopreneur 5.0“ yang memberikan banyak insight tentang perkembangan kecerdasan buatan dan peluang inovasi teknologi di masa depan.
Bagi tim DTETI UGM, pengalaman ini bukan sekadar soal membawa pulang gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji ide, bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta melihat bagaimana teknologi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan nyata. Semoga pencapaian ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa DTETI UGM lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani membawa ide-ide hebat hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
“Karena ide keren nggak cukup cuma disimpan di laptop. Ketika dikembangkan dengan riset dan kerja sama tim yang solid, ide tersebut bisa berubah menjadi prestasi yang membanggakan.”[Penulis : Hammam Abdullah]