FT-UGM. Tim Narantaka dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mewakili Indonesia berhasil meraih prestasi pada ajang internasional Kibo Robot Programming Challenge (Kibo-RPC) ke-6 yang diselenggarakan di JAXA Tsukuba Space Center, Tsukuba, Jepang, pada 28 Februari 2026. Pada kompetisi tersebut, Tim Narantaka berhasil memperoleh peringkat ke-5 pada Main Event ISS Run serta Juara ke-3 pada Side Event Simulation Run, bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai negara.
Kibo Robot Programming Challenge merupakan kompetisi robotika luar angkasa yang diselenggarakan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) bekerja sama dengan berbagai lembaga antariksa internasional. Kompetisi ini menantang mahasiswa untuk mengembangkan program yang dapat mengendalikan robot Astrobee milik NASA yang beroperasi di modul Kibo pada International Space Station (ISS). Program yang dikembangkan peserta harus mampu menjalankan berbagai misi secara otonom, seperti navigasi, pengambilan gambar, serta penyelesaian tugas tertentu di lingkungan mikrogravitasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kibo-RPC ke-6 diikuti oleh 738 tim dengan total 3.082 peserta dari 13 negara dan region, menjadikannya salah satu kompetisi robotika luar angkasa dengan partisipasi internasional yang luas. Setiap negara menyelenggarakan seleksi nasional untuk menentukan satu tim terbaik yang berhak mewakili negaranya pada tahap final internasional. Di Indonesia, seleksi nasional diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim Narantaka yang berasal dari Universitas Gadjah Mada berhasil memenangkan seleksi nasional tersebut dan ditunjuk sebagai wakil Indonesia pada final internasional. Dalam tahap final, tim mempresentasikan serta menguji program yang telah mereka kembangkan untuk menyelesaikan misi yang disimulasikan menggunakan robot Astrobee.
Prestasi yang diraih Tim Narantaka menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi dan kemampuan teknis yang baik dalam pengembangan teknologi robotika luar angkasa. Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman serta memperkuat kolaborasi internasional di bidang teknologi antariksa.
Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang terlibat dalam pengembangan teknologi robotika dan eksplorasi luar angkasa, sehingga dapat berkontribusi dalam kemajuan riset dan inovasi teknologi antariksa di tingkat global. Prestasi Tim Narantaka di Kibo-RPC ke-6 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang sains dan teknologi. [Penulis : Nadya Fatika Sari]