Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memenangkan kejuaraan internasional Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East yang berlokasi di Lusail Internasional Circuit, Doha, Qatar. Perlombaan ini diselenggarakan pada 21–25 Januari 2026 dan diikuti oleh 70 tim dari 15 negara dengan jumlah peserta lebih dari 1.000 mahasiswa. Tim Semar UGM mengirimkan 20 perwakilannya untuk terbang langsung ke Qatar dan berjuang dalam ajang tersebut.
Pada kompetisi bergengsi tersebut, Tim Semar berhasil menyabet dua kejuaraan dengan dua mobil yang dipertandingkan. Mobil Semar Urban berhasil memenangkan juara 1 pada Urban Hydrogen dan mobil Semar Prototype berhasil meraih juara 3 pada kategori Prototype Listrik. Kemenangan ini tentu tidak mudah, perjalanan panjang dalam persiapan tentu menguras seluruh tenaga dan pikiran. General Manager Tim Semar, Muhammad Ghani Prayatna, memanjatkan syukur atas prestasi yang berhasil dibawa pulang oleh Tim Semar.
Proses panjang yang telah dilewati seakan terbayar dengan kemenangan yang memuaskan. Kerja keras tim dalam menyiapkan kompetisi ini berhasil mengibarkan bendera UGM di kancah internasional. Padahal, tim yang sama juga memersiapkan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di waktu yang berdekatan. Lebih lanjut, Ghani menuturkan bahwa Tim Semar bekerja keras selama setahun karena bahan bakar yang digunakan untuk KMHE dan Shell Eco-Marathon berbeda, sehingga memerlukan pengujian khusus untuk SEM 2026. Pekerjaan dimulai pada bulan Maret–Juni dengan menitikkan fokus pada testing mobil hidrogen. Pada bulan Juli–Oktober Tim Semar memersiapkan KMHE dan di sisa tahun, dikhususkan untuk kompetisi Shell Eco-Marathon.
Tantangan tentu hadir dalam setiap perjuangan. Ghani menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi masalah krusial pada masa persiapan. Pada saat kompetisi berlangsung, tantangan datang dari kondisi cuaca, pemeriksaan teknis yang ketat, hingga indikasi kecurangan. Ghani selalu menegaskan, tim harus tetap fokus pada perlombaan dan mobil yang akan dipertandingkan, Ghani sendiri yang mengurus kendala teknis dan mengurus koordinasi dengan komunitas lain dan meyakinkan semua bahwa mobil Tim Semar telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Keberhasilan Tim Semar tentu tak luput dari bantuan dari berbagai pihak. Dalam menghadapi kendala yang terjadi, Tim Semar mendapatkan support dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) yang berada di Qatar serta pembina. Dalam proses persiapan dan pendampingan, Tim Semar dibimbing oleh Dr. Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng. “Kita selalu berkoordinasi dengan dosen pembina dan juga KAGAMA yang ada di Qatar. Dukungan ini sangat membantu dalam menenukan strategi dalam mengadapi berbagai persoalan selama kompetisi,” tambah Ghani.
Keberhasilan Tim Semar juga mendapatkan apresiasi dan ucapan selamat dari Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. Beliau menilai bahwa keberhasilan iini didukung oleh idua kunci utama, yaitu inovasi berkelanjutan (sustainability) dan solidaritas tim. Lebih lanjut, Dr. Hempri menyatakan harapan agar keberhasilan ini menjadi motivasi untuk pencapaian yang lebih baik di masa mendatang.
Ghani berharap Tim Semar mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah secara finansial maupun emosional untuk bertanding di kancah nasional dan internsional. Tim Semar juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak mitra swasta, BUMN, dan perusahaan otomotif untuk mendukung keberhasilan Tim Semar di petualangan berikutnya.
Selamat untuk Tim Semar. (Humas FT: Haniifah Multivana)