Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melantik lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada Periode II Tahun 2025. Pelantikan Insinyur UGM tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 November 2025 di Grha Sabha Pramana.
Pada Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik (FT) UGM moda reguler, tercatat sebanyak 31 mahasiswa berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dengan nilai sempurna, yaitu 4,00. Sementara itu, pada moda Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), terdapat dua mahasiswa yang meraih IPK tertinggi dengan nilai 3,98.
Pelantikan periode ini juga mencerminkan keberagaman latar belakang peserta, baik dari segi usia maupun pengalaman profesional. Mahasiswa dengan usia termuda berasal dari moda reguler, yakni Gusti Rahma Arya Kharisma, yang dilantik pada usia 22 tahun 11 bulan. Adapun peserta dengan usia tertua adalah Hari Supriyadi, yang dilantik pada usia 58 tahun 8 bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Arya Mahendra Sinulingga, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Strategi Komunikasi dan Hubungan Publik sekaligus Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, yang juga merupakan salah satu insinyur yang dilantik pada periode ini, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan profesi insinyur.
“Meskipun telah punya pengalaman, kita juga butuh sertifikasi karena sertifikasi itu menjadi sebuah standar, sebagai pengakuan bahwa Anda telah tersertifikasi dan layak mengambil posisi insinyur,” ujar Arya (13/1/25).
Melalui pelantikan ini, UGM menegaskan perannya dalam mendukung profesionalisme keinsinyuran di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri dan pembangunan nasional akan insinyur yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga tersertifikasi secara resmi. (Humas FT: Radaeva)