Yogyakarta, 23 Januari 2026 — Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) Prof. Selo menegaskan bahwa ketenangan batin, rasa syukur, dan integritas menjadi fondasi utama pendidikan teknik yang berdampak bagi kemanusiaan dan masa depan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Natal 2025 dan Perayaan Tahun Baru 2026 yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga purnakarya FT UGM. Prof. Selo menyampaikan bahwa Fakultas Teknik memiliki tanggung jawab strategis untuk melahirkan lulusan unggul yang mampu membangun peradaban secara berkelanjutan di tengah keberagaman Indonesia.


Pada forum yang sama, Ketua Panitia Sarasehan Natal 2025, Dr. Thomas Oka Pratama, menyampaikan bahwa keluarga yang kuat merupakan fondasi lahirnya pribadi yang tangguh, bermartabat, dan berempati. Ia menegaskan bahwa sarasehan ini menjadi ruang refleksi bersama agar sivitas akademika mampu menjaga nilai kemanusiaan, keseimbangan hidup, dan etika dalam menjalankan peran akademik maupun sosial. Ketua Senat FT UGM, Prof.
Sudaryono, menambahkan bahwa refleksi atas waktu, harmoni, dan harapan perlu terus dirawat agar Fakultas Teknik mampu menjaga kesinambungan antara ilmu pengetahuan, nilai moral, dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Sarasehan ini memperkuat komitmen FT UGM dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif, sehat, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Fakultas Teknik menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, integritas, dan solidaritas lintas generasi. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global.

Melalui semangat kebersamaan dan refleksi ini, FT UGM meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan teknik yang humanis dan berkelanjutan. Fakultas Teknik terus mendorong lahirnya insan teknik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kesadaran lingkungan, dan komitmen pada pembangunan yang berkeadilan. (Tim Humas FT UGM)
