Mahasiswa Magister Teknik Sistem, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Daffa Fahrezi Muzakkir, memublikasikan artikel ilmiah berjudul “Socio-Technical Feasibility of Sumsel-8 Coal Retirement: Energy Justice and Just Transition” dalam rangkaian International Conference on Law, Economics and Governance (ICOLEG) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro pada 23 Juli 2026.
Penelitian tersebut mengkaji kelayakan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel-8 melalui pendekatan sosio-teknis. Kajian ini mengintegrasikan aspek teknis, sosial, ekonomi, dan kebijakan untuk menelaah transisi energi berkeadilan (just transition) di Indonesia.
Dalam penelitian ini, Daffa berperan sebagai penulis pertama (first author) bersama Muhammad Faiz Marhaditya, mahasiswa Magister Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, serta Khairun Nisa, S.IP., M.A., dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Penelitian dilakukan melalui kolaborasi multidisiplin yang menggabungkan rekayasa energi, kebijakan publik, dan kajian keadilan energi. Analisis menggunakan studi kasus kualitatif yang dipadukan dengan simulasi numerik berbasis Response Surface Methodology (RSM) untuk mendukung kajian kelayakan pensiun dini PLTU Sumsel-8.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini berupaya menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mempertimbangkan keterkaitan antara aspek teknis pembangkit dan implikasi sosial-ekonomi dari transisi energi. Pendekatan ini juga menempatkan keadilan energi sebagai pertimbangan dalam merumuskan arah kebijakan penghentian operasi pembangkit berbasis batu bara.
Kolaborasi antara UGM dan ITS dalam penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi berbagai disiplin ilmu untuk membahas tantangan transisi energi. Kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi akademik dan perumusan kebijakan menuju target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.