Tak pernah berhenti berkarya, mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil meraih posisi kedua dalam Kompetisi Desain Mahasiswa tingkat Nasional SEPEKAN yang diselenggarakan oleh Universitas Atmajaya Yogyakarta. Mengangkat tema pendidikan, Athaya Septiana Maharani dan Yudha Dwi Anggara (Arsitektur 23) menghadirkan ruang transisi bagi mereka yang hidup tanpa kesempatan untuk mereka yang hidup tanpa memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal.
Bertemakan “Space of Hope to Grow”, desain dirancang untuk membangun bangunan pendidikan yang sederhana, efisien, dan fungsional, serta mampu membangkitkan semangat berbagai kalangan masyarakat melalui pendekatan sensorik naratif. Bangunan pendidikan dibangun untuk kalangan yang berada di fase ‘antara’, yaitu kalangan yang sedang bertransisi dari pendidikan formal 12 tahun menuju dunia kerja, kalangan yang berhalangan kuliah, kalangan putus sekolah, dan lain sebagainya. Bangunan ini berfokuskan menjadi wadah belajar informal yang berbasis vokasional, mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan berbasis komunitas—pelatihan pertanian, bahasa, seni, dan lain sebagainya—sehingga masyarakat yang tetap bisa melanjutkan pendidikannya dengan baik.
A-NTARA didesain dengan menggunakan material bambu yang sustainable dan melimpah di sekitar lokasi pembangunan, sehingga memudahkan dalam proses pembangunan. Pembentukan ruangan juga mengalir tanpa adanya sekat atau partisi pemisah yang kaku. Hal ini bertujuan untuk menciptakan interaksi sosial dan transfer knowledge yang tidak terbatasi. Dengan adanya tempat untuk terus belajar, gap atau kesenjangan akan mulai samar dan suasana kota menjadi hidup kepada mereka yang haus ilmu.(Humas FT: Haniifah Multvana)
Sumber: Poster Lomba A-NTARA
