Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan industri ke Pura Group di Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan teknologi, hingga penguatan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri nasional.
Rombongan Fakultas Teknik UGM dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Ali Awaludin, bersama sejumlah perwakilan dosen dan pusat kajian, di antaranya Bambang Kun Cahyono, Nur Abdillah Siddiq, Rachmadi Norcahyo, Mohammad Kholid Ridwan, serta Ni Nyoman Nepi Marleni.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya saat PT Pura Barutama Engineering berkunjung ke FT UGM pada 22 April 2026. Melalui lawatan tersebut, kedua pihak berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara kampus dan industri guna menciptakan ekosistem inovasi yang saling mendukung.
Rombongan FT UGM disambut hangat di kawasan guest house Pura Group oleh Fery Rudianto sebelum melanjutkan agenda diskusi di Head Office Pura Group. Dalam sesi pemaparan, FT UGM memperkenalkan sejumlah keunggulan riset dan inovasi yang dimiliki, mulai dari teknologi pengolahan sampah Grahakara Grafika, Engineering Research and Innovation Center (ERIC), riset daur ulang baterai litium (RELITH), teknologi drone Palapa, hingga pengembangan sistem pemetaan berbasis Digital Twin.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari pihak Pura Group yang selama ini dikenal sebagai holding company manufaktur nasional dengan rantai produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret di bidang riset terapan, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Fery Rudianto menyampaikan bahwa Pura Group melihat potensi besar dari berbagai riset dan inovasi yang dikembangkan di FT UGM. Menurutnya, penguatan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Ia juga berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya pada bidang research and development (RnD), sehingga inovasi yang lahir dari kampus dapat terimplementasi secara nyata di dunia industri.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan factory tour ke beberapa unit produksi strategis milik Pura Group. Unit pertama yang dikunjungi adalah Pura Smart Technology, divisi yang mengembangkan berbagai produk keamanan berbasis teknologi pintar. Dalam kunjungan tersebut, rombongan FT UGM melihat langsung proses produksi chip untuk berbagai kartu berbasis teknologi seperti kartu ATM dan SIM telekomunikasi, hingga sistem keamanan digital seperti smart lock serta teknologi pemindai paspor dan wajah untuk kebutuhan imigrasi.
Antusiasme rombongan terlihat ketika menyaksikan bagaimana riset dan inovasi diterjemahkan menjadi produk industri yang memiliki nilai strategis tinggi. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya integrasi antara pengembangan teknologi dan kebutuhan industri nasional di era transformasi digital.
Kunjungan berlanjut ke unit Material Innovative Cigarette Solutions (MICS) yang berfokus pada pengembangan solusi material inovatif untuk kebutuhan industri manufaktur, serta ke PT Pura Barutama Engineering, divisi rekayasa teknik yang memproduksi berbagai peralatan pendukung sektor pertanian dan manufaktur.
Dalam sesi tersebut, tim engineer Pura Group menjelaskan bahwa pendekatan riset dan pengembangan (RnD) mereka berangkat dari kebutuhan pasar dan permintaan spesifik pelanggan. Hal ini dinilai selaras dengan semangat FT UGM dalam membangun pendidikan teknik yang adaptif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga merefleksikan komitmen kedua institusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Ke depan, FT UGM berharap kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk program riset dosen di industri, di mana dosen FT UGM berkesempatan melakukan observasi dan penguatan kapasitas langsung di lingkungan industri selama dua pekan.” Ucap Ali Awaludin. Program tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik sekaligus menjaga relevansi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri.
Melalui pertemuan ini, FT UGM dan Pura Group menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri bukan sekadar membangun jejaring, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong kemajuan teknologi nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (Penulis: Opal, disunting oleh: Mega Setyowati)