Yogyakarta, 19 Oktober 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan Massey University, Selandia Baru, menjajaki pengembangan kerja sama internasional melalui program mobilitas mahasiswa (student mobility) dan gelar ganda (double degree) pada jenjang magister dan doktor. Penjajakan tersebut berlangsung melalui pertemuan hibrida pada Senin (19/10), sebagai langkah awal memperluas akses pendidikan pascasarjana berwawasan global sekaligus mempersiapkan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA) antara kedua institusi.
Pertemuan tersebut menghadirkan perwakilan Massey University, yakni Dr. Chandana yang mengikuti kegiatan secara langsung dan Prof. Monty Sutrisna yang bergabung secara daring. Dari FT UGM, pembahasan diikuti oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Sugeng Sapto Surjono, Manajer Pengembangan Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Yani Rahmawati, Ketua Program Studi Doktor Teknik Sipil Prof. Iman Satyarno, dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Dr. Angga Fajar S., Ketua Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Dr. Alexander Rani S. serta Sekretaris Program Studi Teknik Sipil Dr. Tantri. Keterlibatan unsur pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan akademik kedua perguruan tinggi.
Penjajakan kerja sama ini diarahkan untuk membuka peluang mobilitas mahasiswa lintas negara sekaligus mengembangkan skema pendidikan gelar ganda bagi mahasiswa magister dan doktor. Melalui skema tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan memperluas pengalaman akademik internasional, mengakses lingkungan pembelajaran yang beragam, serta mengembangkan jejaring keilmuan global. Kolaborasi ini juga berpotensi memperkuat pengembangan kompetensi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama penelitian antara akademisi kedua universitas, khususnya dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai tindak lanjut, FT UGM dan Massey University berencana melanjutkan pembahasan menuju penyusunan MoU dan MoA sebagai landasan formal pelaksanaan kerja sama. Tahapan tersebut memerlukan penyelarasan berbagai aspek akademik dan kelembagaan, termasuk kemungkinan pengakuan kredit, kesesuaian kurikulum, mekanisme pembimbingan, persyaratan akademik, serta ketentuan penyelenggaraan program. Dengan demikian, penjajakan ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan kemitraan yang terstruktur dan berkelanjutan sebelum program mobilitas mahasiswa dan gelar ganda dapat diimplementasikan.
Melalui inisiatif ini, FT UGM berupaya memperluas jejaring kemitraan pendidikan tinggi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana dan memperkuat daya saing lulusan di tingkat global. Kerja sama yang tengah dirintis tersebut diharapkan mampu membuka peluang pengembangan sumber daya manusia unggul, memperluas kolaborasi riset, serta mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen FT UGM dalam mendukung pendidikan berkualitas, penguatan inovasi, dan kemitraan global yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). (Tim Humas FT UGM)

