Yogyakarta, 9 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyampaikan rencana pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Lapas Kelas IIB Sleman. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui pelatihan berbasis teknologi terapan. FT UGM menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pendidikan inklusif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pihak lapas agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga binaan.
FT UGM menjelaskan bahwa program ini mencakup pelatihan wastra jumputan berkelanjutan, budidaya maggot berbasis sensor, keterampilan kelistrikan, dan pengelasan. Setiap pelatihan dirancang untuk memberi bekal kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. FT UGM menilai pendekatan ini dapat membuka peluang ekonomi dan mengurangi dampak lingkungan melalui pengolahan sampah organik. Program ini diharapkan membantu warga binaan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang siap digunakan.
Program wastra jumputan berkelanjutan melatih kreativitas sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. Budidaya maggot berbasis sensor memperkenalkan solusi teknologi untuk pengolahan sampah organik. Pelatihan kelistrikan dan pengelasan memberikan keterampilan teknis yang banyak dibutuhkan di dunia kerja. Seluruh kegiatan disusun agar peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.
FT UGM memandang program ini sebagai langkah nyata dalam memperluas dampak pendidikan tinggi. FT UGM ingin memastikan bahwa ilmu dan teknologi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Program ini sekaligus memperkuat peran FT UGM sebagai institusi yang memberi solusi bagi persoalan sosial dan lingkungan. (Aci Prima Sari, Tim Humas FT UGM)