Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada bertema INNOV80, kegiatan bakti sosial berbasis hilirisasi riset dilaksanakan pada 14 Februari 2026 di Kelompok Kandang Ternak Sapi Sido Makmur, Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi kampus yang aplikatif dan mendukung ketahanan pangan melalui penguatan sektor peternakan rakyat.
Dua fokus utama kegiatan adalah implementasi Gamahumat serta pelatihan pembuatan silase pakan ternak. Program Gamahumat merupakan kolaborasi FT UGM dengan mitra industri dan pada kesempatan tersebut diwakili oleh Himawan Bayu. Produk ini diperkenalkan sebagai pendukung peningkatan kualitas pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan kondisi nutrisi serta efisiensi pemanfaatan pakan. Pendekatan ini diharapkan membantu peternak meningkatkan produktivitas secara bertahap tanpa menambah beban biaya operasional yang signifikan.
Sementara itu, pelatihan silase dilaksanakan bersama Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan UGM. Teknologi silase sendiri telah lama dikenal di kalangan peternak, namun dalam kegiatan ini FT UGM berkontribusi melalui pengembangan katup silase plastik oleh Nur Abdillah Siddiq yang membantu menjaga proses fermentasi tetap optimal tanpa harus sering membuka kemasan. Penggunaan plastik khusus dengan katup satu arah tersebut mempermudah pengelolaan silase di tingkat peternak, sehingga kualitas pakan dapat lebih terjaga dengan cara yang praktis dan mudah diterapkan.
Dekan FT UGM, Selo, menyampaikan apresiasi terhadap para peneliti yang terus mendorong hilirisasi hasil riset agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara fakultas teknik, fakultas peternakan, dan mitra industri menjadi contoh bagaimana inovasi akademik dapat menjawab kebutuhan lapangan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pangan.
Ketua Kelompok Kandang Sido Makmur, Barokat, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai inovasi Gamahumat serta pengenalan teknologi silase sangat relevan dengan kebutuhan peternak setempat. Namun demikian, ia juga berharap adanya pendampingan lanjutan, khususnya terkait pemanfaatan Gamahumat dan nanosilika, agar peternak dapat memahami penggunaan yang tepat dan memperoleh manfaat optimal secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FT UGM menegaskan bahwa hilirisasi riset tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga pada proses pendampingan masyarakat agar teknologi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan. Momentum 80 tahun FT UGM menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sektor pangan.