Mahasiswa FT UGM bersama mahasiswa dari berbagai fakultas lainnya persembahkan 3 medali (dari total 6 medali yang diraih UGM) pada 2nd World Innovation Technology Expo (WINTEX) yang diselenggarakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), 9–12 Oktober 2019 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Program Studi Teknik Industri Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Industri (SENTI) 2019 pada tanggal 9 Oktober 2019. Dengan mengangkat tema “Frontiers in Industrial Engineering”.
Pada tanggal 7–11 Oktober 2019 ini, IAEA mengadakan konferensi internasional berjudul “International Conference on Climate Change and the Role of Nuclear Power”. Acara di selenggarakan di kantor pusat IAEA di Wina, Austria. Adapun tujuan konferensi tersebut adalah untuk menyediakan forum untuk pertukaran informasi tentang peran tenaga nuklir serta tentang peluang dan tantangan pengembangan 3S dalam teknologi nuklir guna mendukung transformasi energi karbon rendah yang diperlukan untuk mencapai tujuan perubahan iklim. Ada 6 topik yang didiskusikan dalam acara tersebut, yaitu :
Aplikasi belanja sayur OkeSayur karya sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih medali emas dari ajang YTECH 2019, Female Founders with Silicon Valley Mindset. Atas kemenangan itu tim OkeSayur mendapatan kesempatan untuk belajar ekosistem start up di Sillicon Valley, Amerika.
Diinformasikan kepada Mahasiswa Program Sarjana angkatan 2019 di lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, berikut adalah jadwal untuk Test AcEPT UGM. Mohon untuk dapat dicermati dan diikuti sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Berikut ini daftar finalis lomba pra-desain kafetaria-plus Fakultas Teknik UGM:
Energi panas bumi merupakan energi yang tersebar paling merata di Bumi. Wilayah Indonesia yang secara geologi bersifat dinamik dan merupakan wilayah dengan anomali gradien panas bumi yang tinggi sudah barang tentu memiliki cadangan energi panas bumi yang amat besar. Saat ini Indonesia baru memanfaatkan sekitar 2,000 MW dari total cadangan panas bumi yang besarnya diperkirakan lebih dari 20,000 MW. Potensi panas bumi yang sekarang sudah dikembangkan berada di daerah-daerah dengan tanda-tanda yang jelas di permukaan seperti fumarol dan mataair panas. Kini dengan kian menipisnya cadangan energi fosil, dan komitmen global untuk melestarikan lingkungan, maka energi panas bumi yang ternasuk energi yang berkelanjutan dan bersih harus dimajukan. Prospek-prospek panas bumi yang langka tanda-tanda permukaanpun harus diidentifikasi.