Sleman, 30 Mei 2026 – Fenomena kemunculan puluhan titik api di sebuah rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, terus menjadi perhatian masyarakat dan berbagai pihak. Untuk membantu mengungkap penyebab kejadian tersebut secara ilmiah, tim peneliti multidisiplin dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan observasi lapangan pada Sabtu (30/5).
Tim yang hadir terdiri atas Prof. Alva Edy Tontowi dan Prof. Deendarlianto dari Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Ahmad Agus Setiawan, Ph.D dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF), Dr. Sarju Winardi dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL), serta Ashar Saputra, Ph.D dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL). Dalam kegiatan tersebut, tim turut melibatkan Gamma Nasim dan Naufan Hanief yang merupakan mahasiswa FT UGM untuk membantu pengukuran lapangan menggunakan thermal gun.
Kedatangan tim FT UGM merupakan tahap observasi awal untuk memperoleh data dasar sebelum dilakukan penelitian yang lebih mendalam. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, hingga saat ini telah terjadi sedikitnya 57 kemunculan titik api di berbagai lokasi dalam rumah selama beberapa hari terakhir.
Observasi dilakukan pada area yang pernah mengalami kebakaran, jaringan perpipaan air, sumur, saluran pembuangan limbah, serta lingkungan sekitar rumah. Tim juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian, tim Gegana, dan Pemerintah Kabupaten Sleman yang turut hadir di lokasi.
Prof. Alva Edy Tontowi menjelaskan bahwa temuan-temuan tersebut akan menjadi dasar untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.
“Kami masih mengumpulkan data dan melakukan pemetaan kondisi lapangan. Setelah ini akan ada tim lanjutan yang melakukan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium sehingga penyebabnya dapat dijelaskan secara ilmiah,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif selama investigasi berlangsung, tim FT UGM memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik rumah dan warga sekitar.
Pertama, seluruh ventilasi dan akses sirkulasi udara diminta untuk dibuka selebar mungkin guna mencegah terjadinya akumulasi gas di dalam bangunan.
Kedua, barang-barang yang mudah terbakar seperti kain, sofa, tikar, kasur, dan material berpori lainnya disarankan untuk dipindahkan sementara dari dalam rumah.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan para akademisi dalam membantu investigasi fenomena yang sedang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan akademisi dapat menghasilkan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat memperoleh ketenangan dan kepastian,” ujarnya.

Observasi yang dilakukan FT UGM menjadi langkah awal dalam upaya mengungkap fenomena kemunculan titik api di Seyegan secara objektif dan berbasis data. Hasil penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai sumber, mekanisme, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Humas FT: Naufal)