YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat komitmennya dalam hilirisasi riset berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program EQUITY 2026. Tim UGM dipimpin oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. beranggotakan Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D., dari Fakultas Teknologi Pertanian dan kolaborator internasional Prof. Nofri Yenita Dahlan, Direktur SRI UiTM Solar Research Institute Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Tim UGM baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan strategis ke Malaysia pada 5–9 Mei 2026 untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi Agrivoltaic di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini sebagai rangkaian pelaksanaan dari Pendanaan Program Equity Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan Kolaborator Internasional Tahun Anggaran 2026 Nomor 427/UN1/DPM/Dit-PKM/PM.01.05/2026 tanggal 3 Maret 2026, melalui skema pendanaan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada.
Sinergi Internasional untuk Ketahanan Energi dan Pangan
Program bertajuk “Penerapan Teknologi Agro-Voltaic Hybrid untuk Mewujudkan Desa Mandiri Hijau Pandowoharjo” ini merupakan hasil kolaborasi antara UGM dengan Solar Research Institute (SRI) Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Ketua Tim Pelaksana, Ahmad Agus Setiawan, Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan terkait manajemen energi surya pada berbagai skala dan aplikasinya di sektor pertanian.
“Kami berdiskusi intensif dengan berbagai Pusat Kecemerlangan (Center of Excellence) di UiTM, mulai dari SRI hingga Institute for Biodiversity and Sustainable Development (IBSD), untuk memastikan sistem yang kita bangun di Pandowoharjo memiliki standar global,” ungkap Ahmad Agus.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D., anggota tim yang juga pakar teknologi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian dan tenaga ahli di BAPPENAS, menekankan pentingnya integrasi data iklim dalam agrivoltaic.
“Optimasi mikroklimat adalah kunci agar panel surya tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menciptakan ekosistem pendukung bagi pertumbuhan tanaman hortikultura di bawahnya,” tutur Prof. Bayu.
Belajar dari Malaysia: Dari LSS Gambang hingga Livestock Agrivoltaic
Selama di Malaysia, tim mengunjungi UiTM Large Solar Scale (LSS) Park 1 di Gambang, Pahang, untuk mempelajari tata kelola sistem surya berkapasitas besar. Selain itu, tim UGM yang didampingi SRI UiTM juga melakukan kunjungan ke Universiti Putra Malaysia (UPM). Kunjungan tersebut membuka wawasan baru mengenai potensi integrasi panel surya dengan peternakan (kambing) dan tanaman pangan.
Prof. Mohammad Effendy bin Yaacob dari UPM memberikan catatan penting agar teknologi ini memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan petani. Sementara itu, Prof. Nofri Yenita Dahlan, Direktur SRI UiTM, menghimbau agar perencanaan agrivoltaic dilakukan secara matang melalui simulasi energy yield dan analisis shading agar produktivitas tanaman tetap terjaga.
Pemberdayaan Lokal dan Aspek Gender
Program ini juga mengusung misi kesetaraan gender dengan melibatkan aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Wastajap Bersinar sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat dusun. Kolaborasi ini juga diperkuat dengan kepemimpinan perempuan di sisi mitra internasional, yaitu Prof. Nofri selaku Direktur SRI UiTM.
Di tingkat lokal, koordinasi telah dilakukan secara intensif melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kalurahan, BUMKal Amarta, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga Badan Perwakilan Kalurahan. Pihak Kalurahan telah menyatakan komitmennya dengan menyediakan personel untuk proses perakitan, pengoperasian, hingga perawatan alat pasca instalasi.
Inovasi Teknologi: Smart-Agrivoltaic
Dalam pelaksanaannya, kapasitas PLTS Hybrid yang akan diinstal adalah 2,6 kWp untuk menyesuaikan dengan kebutuhan beban irigasi cerdas dan mesin hilirisasi desa. Uniknya, proses perakitan prototype akan dimulai di Laboratorium Energi Terbarukan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM dengan melibatkan perwakilan warga desa untuk menjamin adanya transfer pengetahuan.
Untuk menjamin keberlanjutan, sistem ini akan dilengkapi dengan:
- Keamanan Terintegrasi: Pemasangan kamera pengawas (CCTV) berbasis internet oleh pihak kalurahan.
- Smart Farming: Integrasi sensor RiTx untuk pemantauan kondisi tanah dan cuaca secara real-time.
- Smart Maintenance: Pelatihan deteksi anomali sistem menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meminimalkan biaya perawatan.
Menuju Kunjungan Balasan Juni 2026
Rangkaian kegiatan ini akan diakhiri dengan penyusunan MoU komprehensif antara UGM dan UiTM yang mencakup aspek Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari riset bersama, pengabdian internasional, hingga program pertukaran mahasiswa. Sebagai tindak lanjut, delegasi UiTM direncanakan akan melakukan kunjungan balasan ke Yogyakarta pada bulan Juni 2026 untuk agenda One Day Workshop on SOLAR ENERGY SYSTEMS and AGRIVOLTAIC Smart-Farming serta peninjauan langsung lokasi demplot Agrivoltaic untuk monitoring dan evaluasi di Pandowoharjo. (Naskah: Ahmad Agus Setiawan)
