Yogyakarta, 22 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Project Beyond Energy Katrili untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan energi panas bumi menjadi pupuk ramah lingkungan. Kerja sama ini dilakukan di tengah kebutuhan nasional akan solusi energi berkelanjutan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan riset terukur yang mengolah endapan silika geotermal menjadi pupuk cair berbasis nanoteknologi.
Inisiatif ini menjawab tantangan kelangkaan pupuk dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara. Melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi Katrili tidak hanya memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber listrik, tetapi juga sebagai sumber bahan baku yang bernilai tambah untuk sektor pertanian, sehingga menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia. Ia menyebut kolaborasi berbasis riset ini mempercepat pengembangan inovasi, termasuk rencana produksi hidrogen dari geotermal pada 2026, serta mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan produk turunan energi.

Dekan FT UGM, Prof. Selo, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat. Ia menilai pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global.

Dari sisi industri pendukung, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris, Alexander H. Soeriyadi, melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan kualitas tanaman. Sementara itu, tim peneliti FT UGM yang dipimpin Dr. Pri Utami memastikan bahwa inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin, menggabungkan geologi dan pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, proyek Katrili menunjukkan peran strategis FT UGM dalam menghasilkan inovasi berdampak nyata melalui kolaborasi dengan industri. Pemanfaatan energi panas bumi yang terintegrasi dengan sektor pertanian menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. (Tim Humas FT UGM)
